Doha (ANTARA) - Arab Saudi menyatakan lima pegawai Kedutaan Besar Iran di Riyadh, termasuk atase militer, sebagai persona non grata (individu yang tak diinginkan), menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang dirilis, Sabtu (21/3).
Arab Saudi juga memerintahkan mereka meninggalkan wilayah negara itu dalam waktu 24 jam, menyusul serangan terhadap wilayah kerajaan tersebut.
“Kerajaan Arab Saudi telah memberitahukan atase militer Iran, asistennya, serta tiga pegawai misi diplomatik lainnya untuk meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam, dan menyatakan mereka sebagai persona non grata,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya pada pekan ini, Qatar juga mengusir pegawai kantor atase militer Iran dengan tuduhan melanggar prinsip hubungan bertetangga yang baik.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan bersama ke ibukota Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Akibat serangan gabungan tersebut Pemimpin Tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan ribuan warga sipil gugur.
Iran membalasnya dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset-aset AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: AS serang 8.000 lebih target di Iran, termasuk 130 kapal
Baca juga: AS ancam serang pembangkit listrik Iran jika tidak buka Selat Hormuz
Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































