Apakah gigi bungsu harus dicabut? Ini jawabannya

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Apakah Anda pernah merasakan nyeri tak tertahankan di bagian belakang mulut? Bisa jadi itu tanda bahwa gigi bungsu Anda sedang tumbuh.

Saat gigi bungsu tumbuh, prosesnya seringkali menyebabkan rasa sakit yang tak bisa dianggap enteng. Ketika momen itu terjadi, pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah gigi bungsu harus dicabut? atau dibiarkan saja untuk tumbuh?

Apa Itu gigi bungsu?

Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga yang tumbuh paling akhir di bagian belakang rahang, baik atas maupun bawah. Karena tumbuh terakhir, gigi bungsu sering kali mengalami kesulitan mendapatkan ruang yang cukup sehingga dapat menyebabkan rasa sakit yang mengganggu.

Rasa sakit yang dihasilkan tersebut biasa disebut dengan istilah impaksi. Impaksi gigi bungsu bahkan bisa menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apakah gigi bungsu harus dicabut?

Gejala dan komplikasi akibat tumbuhnya gigi bungsu dapat terjadi pada usia berapa pun, namun umumnya sekitar 17-25 tahun. Bahkan dalam beberapa kasus, gigi bungsu dapat tumbuh di usia yang lebih dewasa lagi, seperti di usia 40 tahun ke atas.

Gigi bungsu harus dicabut apabila pertumbuhannya terhambat atau yang dikenal sebagai impaksi gigi. Impaksi terjadi ketika gigi bungsu tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh dan keluar dari gusi dengan sempurna, sehingga dapat memunculkan infeksi atau komplikasi lainnya.

Jika gigi bungsu tumbuh normal tanpa menimbulkan nyeri atau gangguan lain, maka pencabutan tidak diperlukan. Namun, pasien tetap perlu menjaga kebersihan mulut dengan baik, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan air garam untuk mencegah infeksi.

Baca juga: 6 masalah utama yang bikin gusi bengkak dan sakit gigi

Masalah yang dapat terjadi pada gigi bungsu

Ukuran rahang manusia menjadi lebih kecil dari waktu ke waktu. Beberapa ilmuwan percaya bahwa otak manusia tumbuh lebih besar, sehingga rahang menjadi lebih kecil untuk menampung ruang. Hal ini membuat gigi bungsu sering kali tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh dengan benar.

Gejala tumbuhnya gigi bungsu

Gigi bungsu yang belum tumbuh melalui gusi disebut gigi impaksi. Kadang-kadang, kondisi ini menyebabkan lebih banyak masalah daripada gigi bungsu yang sudah tumbuh sepenuhnya. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah infeksi, karena posisi gigi bungsu yang sulit dijangkau menyulitkan flossing dan memungkinkan bakteri berkembang biak.

Beberapa gejala infeksi gigi bungsu meliputi:

  • Gigi nyeri atau sensitif
  • Gusi lunak atau bengkak
  • Gusi merah atau berdarah
  • Bau mulut
  • Rasa tidak enak di mulut
  • Sakit rahang
  • Pembengkakan rahang
  • Kesulitan bernapas, membuka mulut, atau berbicara

Gigi bungsu yang tumbuh normal tanpa penyulit biasanya hanya menyebabkan keluhan selama 1-2 minggu. Namun, jika ruang gusi terbatas, kondisi ini bisa menyebabkan impaksi gigi bungsu yang lebih serius.

Baca juga: Di usia ini biasanya gigi bungsu akan tumbuh

Apakah gigi bungsu berbahaya?

Saat gigi bungsu baru mulai tumbuh di usia dewasa, tulang rahang dan gusi sudah berkembang dengan kuat, serta 28 gigi lainnya telah menempati lengkung gigi. Oleh karena itu, gigi bungsu sering kali sulit tumbuh dengan lurus dan menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Menekan dan mendorong gigi di sebelahnya, menyebabkan maloklusi dan gigi berlubang
  • Infeksi lokal yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan abses
  • Kista rahang yang dapat merusak tulang dan saraf
  • Peradangan gusi yang mengganggu kemampuan bicara dan makan
  • Tekanan pada saraf yang menyebabkan mati rasa pada sebagian wajah

Perawatan gigi bungsu

Ada beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan jika nyeri pada pertumbuhan gigi bungsu kambuh, berikut di antaranya:

  • Berkumur dengan air garam: Larutkan setengah sendok teh garam dalam air hangat dan berkumurlah 3-4 kali sehari untuk mengurangi pembengkakan dan membersihkan area gigi bungsu.
  • Mengompres dengan es batu: Tempelkan es batu pada rahang selama 15-20 menit untuk meredakan nyeri dan bengkak.
  • Berkumur dengan obat kumur: Gunakan obat kumur yang mengandung chlorhexidine untuk mengurangi bakteri dan nyeri.
  • Minum obat pereda nyeri: Jika nyeri tidak tertahankan, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas atau konsultasikan dengan dokter gigi.

Kesimpulan

Tidak semua gigi bungsu harus dicabut. Jika gigi bungsu tumbuh dengan normal dan tidak menimbulkan gangguan, maka tidak ada alasan untuk mencabutnya. Namun, jika gigi bungsu mengalami impaksi, menyebabkan infeksi, atau menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu, pencabutan menjadi solusi terbaik untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Baca juga: Dokter gigi UI sampaikan tips aman cabut gigi geraham bungsu

Baca juga: 8 Makanan yang harus dihindari saat gigi bungsu tumbuh

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |