Anggota DPR sebut pembajakan-etika AI wajib diatur dalam RUU Hak Cipta

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot mengatakan bahwa hukuman terhadap pembajakan serta etika dalam penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, wajib diatur dalam Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Hak Cipta.

Menurut dia, persoalan pembajakan dan platform ilegal yang masih menjadi masalah klasik dalam industri musik. Namun hal itu juga merupakan masalah bukan hanya bagi musik, tetapi bagi dunia film.

"Memang konsennya ke situ dan kebocorannya sangat masif. Itu bisa menjadi demoralisasi dan hilangnya hak-hak ekonomi," kata Banyu di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, penegakan hukum harus berjalan seiring dengan perbaikan regulasi dan kerja sama seluruh ekosistem karena saat ini platform yang legal ataupun ilegal sama-sama sedang naik

"Karena yang terjadi sekarang seluruh platform, legal dan ilegal, naik semua. Mati satu tumbuh seribu, itu masalahnya, dan ke depannya harus kita pikirkan bersama," kata dia.

Terkait kecerdasan buatan, menurut dia, ribuan bahkan jutaan konten saat ini bisa dengan mudah diunggah. Dia menekankan bahwa nilai immateriil dari karya cipta yang sering kali lebih mahal dibandingkan biaya produksi.

"Kebetulan bapak saya pencipta lagu, saya paham yang kadang-kadang paling mahal adalah immateriilnya atau intangible asset-nya, yaitu kekaryaannya," katanya

Menurut dia, regulasi Al di Korea Selatan dapat menjadi rujukan penting bagi Indonesia. Ia menegaskan bahwa regulasi harus menyasar faktor manusia di balik teknologi.

"Ini memang pisau bermata dua. Tapi kalau kita bisa mengatur human factor-nya, saya rasa pemenuhan hak ekonomi bisa lebih tertata dan tata kelolanya lebih terjamin," kata dia.

Baca juga: PAPPRI minta revisi UU Hak Cipta atur karya musik buatan AI

Baca juga: Cakra Khan pilih tetap autentik di era AI dan musik viral TikTok

Baca juga: Pemerintah matangkan penyempurnaan tata kelola royalti lagu dan musik

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |