AMUN 2026 latih siswa berpikir kritis dalam simulasi sidang PBB

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Al-Muhajirien Model United Nations (AMUN) 2026 melatih siswa berpikir kritis dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"AMUN menjadi ruang bagi mereka untuk menguji dan mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam konteks global yang sesungguhnya," kata Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai Mohammad Syafiudin dalam keterangan pers penyelenggara yang diterima di Jakarta pada Minggu.​​​​​​​

AMUN 2026 diselenggarakan pada 11-12 April di Bekasi, Jawa Barat, dan diikuti oleh sekitar 200 delegasi dari 61 sekolah.

Selama kegiatan, para delegasi menjalani proses diplomasi mulai dari penyusunan posisi negara, penyampaian argumen, negosiasi antar-delegasi, hingga perumusan resolusi mengenai berbagai isu global.

Kegiatan yang dihadiri oleh dua dewan utama dari UNESCO dan WHO itu antara lain membahas perlindungan ruang digital bagi pelajar, penyeimbangan pelestarian pengetahuan tradisional, dan validasi ilmiah dalam sistem kesehatan global.

Syafiudin menyampaikan bahwa AMUN​​​​​​​ merupakan bagian dari sistem pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dasar siswa dalam berkomunikasi, berpikir kritis, berdiskusi, serta menyampaikan dan mempertahankan pendapat.​​​​​​​

Menurut dia, AMUN dirancang untuk membangun kemampuan kepemimpinan dasar siswa.

Baca juga: Museum Kebangkitan Nasional gelar simulasi sidang PBB untuk pelajar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman dalam upaya untuk membangun karakter dan kapasitas generasi muda.​​​​​​​

Abdul menilai bahwa forum seperti Model United Nations memberikan ruang bagi pelajar untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta kesiapan menghadapi dinamika global.

"Program seperti ini sejalan dengan upaya kita dalam membangun generasi Indonesia yang tangguh, yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta kesiapan untuk berkompetisi secara global," katanya.

"Ini menjadi bagian dari langkah menuju Generasi Emas 2045, di mana pendidikan harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan," ia menambahkan.

Baca juga: SMA Labschool Jakarta wakili Indonesia dalam simulasi sidang PBB

Baca juga: Gen Z dari seluruh dunia akan hadiri simulasi Sidang PBB di Bali

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |