Ajang kompetisi jadi wadah eksperimen talenta digital kembangkan gim

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif menyebut ajang kompetisi gim merupakan wadah eksperimen bagi talenta digital muda untuk mengembangkan gim-gim lokal yang lebih berkualitas.

"Bukan sekadar kompetisi membuat gim dalam waktu yang terbatas, tapi, juga merupakan ruang untuk bereksperimen, ruang berkolaborasi dan juga ruang dimana ide-ide segar yang baru dapat lahir dan menjadi cikal bakal studio serta Intellectual Property (IP) baru," kata Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam saat pembukaan Garena Game Jam 3 di Jakarta, Jumat.

Neil menekankan pentingnya semangat talenta digital dalam mengembangkan gim yang berdampak pada pertumbuhan industrinya di Indonesia.

Baca juga: Kemenekraf: Industri kreatif resilien terhadap tantangan global

Melalui kompetisi itu, para peserta akan diuji secara teknis, kreativitas dan kemampuan untuk memecahkan masalah. Ketahanan peserta dalam mendapatkan tekanan juga akan ditempa.

"Kita banyak memiliki talenta, kreatifitas, dan pasar domestik yang besar. Tentunya yang kita perlu dorong adalah keberanian untuk menciptakan karya, membangun IT sendiri, dan juga menembus pasar global," kata dia.

Momen itu menurutnya menjadi waktu yang baik bagi Indonesia untuk terus tumbuh dari sisi pasar dan juga pemain gim.

Kompetisi diharapkan dapat melahirkan banyak pencipta gim sehingga talenta Indonesia tidak hanya sekadar menjadi pengguna teknologi. Hal ini juga menjadi langkah nyata dalam menolong transformasi Indonesia dari konsumen menjadi produsen untuk menghasilkan produk-produk digital.

Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inkubasi, fasilitasi promosi, hingga akses pasar bagi studio dan pengembang gim di Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, pemerintahan tinggi, media, dan juga akses permodalan dikatakan Neil menjadi kunci agar talenta yang lahir dari kegiatan seperti ini dapat terus bertumbuh dan naik kelas.

"Membangun industri gim bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal ekosistem. Jika kita ingin industri gim Indonesia menikmati hasil global, maka kolaborasi dan kepercayaan terhadap karya-karya bangsa ini harus menjadi fondasi utamanya," kata Neil menambahkan.

Selain ruang eksperimen, talenta digital juga bisa memanfaatkan kompetisi gim untuk membangun jejaring.

"Jadikan kesempatan ini sebagai ruang belajar, ruang eksplorasi, dan juga ruang membangun jaring untuk berkolaborasi. Semoga dari kegiatan ini lahirlah gim baru, studio baru, dan juga IT baru yang membawa nama Indonesia ke panggung dunia," ujar Neil.

Baca juga: Kemenekraf hadirkan 12 gim lokal dengan kualitas berdaya saing global

Baca juga: Wamenekraf ingin literasi digital dimasukkan dalam gim lokal

Baca juga: Kemenekraf fasilitasi penjajakan kolaborasi untuk perkuat industri gim

Baca juga: Tren gim indie buka peluang pengembang lokal tembus pasar global

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |