IHSG ditutup melemah seiring pasar respons “outlook” Moody's

1 hour ago 1
Sentimen negatif berasal dari penurunan 'outlook' peringkat utang Pemerintah Indonesia yang menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring pelaku pasar merespons rilis lembaga pemeringkat global Moody's yang menurunkan “outlook” untuk peringkat utang Indonesia.

IHSG ditutup melemah 168,62 poin atau 2,08 persen ke posisi 7.935,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,77 poin atau 1,66 persen ke posisi 815,58.

“Sentimen negatif berasal dari penurunan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia yang menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 (investment grade),” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Di sisi lain, S&P Global Ratings menyatakan bahwa volatilitas pasar saham belum mengubah pandangan mereka terhadap peringkat Indonesia yaitu tetap dengan “outlook” stabil.

“Walaupun S&P meningkatkan bahwa pelemahan fiskal dapat menambah tekanan penurunan peringkat jika tidak diimbangi oleh perbaikan di area lainnya,” ujar Ratna.

Sementara itu, data ekonomi domestik, cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat di level 154,6 miliar dolar Amerika Serikat (A) pada Januari 2026, atau menurun dari sebelumnya 156,5 miliar dolar AS pada Desember 2025.

Penurunan tersebut akibat pembayaran utang valuta asing (valas) pemerintah dan upaya stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia (BI).

Sementara itu, indeks harga properti di Indonesia tumbuh 0,83 persen year on year (yoy) pada kuartal IV-2025, atau cenderung stabil dari sebelumnya 0,84 persen (yoy) pada kuartal III-2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak 2023.

Pada pekan depan, dari sisi domestik, Ratna mengatakan pelaku pasar akan mencermati rilis data consumer confidence, data retail sales, serta data penjualan sepeda motor dan mobil.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,18 persen.

Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 5,07 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 4,73 persen dan 3,23 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NZIA, ELPI, LION, INAI dan KJEN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PADI, PIPA, COIN, TRUE dan BIPI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.248.150 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,58 miliar lembar saham senilai Rp19,70 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 646 saham menurun, dan 68 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 435,69 poin atau 0,81 persen ke 54.253,69, indeks Shanghai melemah 10,33 atau 0,25 persen ke 4.065,58, indeks Hang Seng melemah 325,29 poin atau 1,21 persen ke posisi 26.559,94, dan indeks Straits Times melemah 41,45 poin atau 0,83 persen ke posisi 4,934,41.

Baca juga: BEI sesuaikan peraturan I-A mencakup minimum free float 15 persen

Baca juga: IHSG melemah ikuti bursa kawasan Asia dan global

Baca juga: IHSG Jumat dibuka melemah 188,20 poin

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |