Agustus-September puncak musim kemarau di Sumatera Selatan

5 hours ago 4
  • Kamis, 6 Agustus 2026 22:15 WIB

Petani menunjukkan kondisi sawah yang mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel UPT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat namun musim kemarau 2026 diperkirakan tidak akan sekering El Nino ekstrem pada tahun 1997 maupun 2015, sedangkan puncak musim kemarau di Sumsel diprediksi terjadi pada Agustus-September yang menyebabkan potensi kekeringan dan kebakaran hutan-lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU

Petani menunjukkan kondisi sawah yang mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel UPT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat namun musim kemarau 2026 diperkirakan tidak akan sekering El Nino ekstrem pada tahun 1997 maupun 2015, sedangkan puncak musim kemarau di Sumsel diprediksi terjadi pada Agustus-September yang menyebabkan potensi kekeringan dan kebakaran hutan-lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU

Petani membersihkan rumput di lahan sawah yang mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel UPT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat namun musim kemarau 2026 diperkirakan tidak akan sekering El Nino ekstrem pada tahun 1997 maupun 2015, sedangkan puncak musim kemarau di Sumsel diprediksi terjadi pada Agustus-September yang menyebabkan potensi kekeringan dan kebakaran hutan-lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |