Jakarta (ANTARA) - Pernahkah Anda merasakan nyeri tak tertahankan di bagian belakang mulut? Bisa jadi itu tanda bahwa gigi bungsu Anda sedang tumbuh. Rasa sakit akibat tumbuhnya gigi bungsu sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat makan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari agar rasa nyeri tidak semakin parah.
Apa Itu gigi bungsu?
Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga yang tumbuh paling akhir di bagian belakang rahang, baik atas maupun bawah. Umumnya, seseorang memiliki empat gigi bungsu, dua di bagian atas dan dua di bagian bawah. Karena tumbuh terakhir, gigi bungsu sering kali mengalami kesulitan mendapatkan ruang yang cukup sehingga dapat menyebabkan impaksi. Impaksi gigi bungsu bisa menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk menghindari rasa sakit yang lebih parah, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi selama proses pertumbuhan gigi bungsu.
Makanan yang harus dihindari saat gigi bungsu tumbuh
1. Makanan dingin
Gigi bungsu yang sedang tumbuh sering kali menyebabkan sensitivitas tinggi terhadap suhu ekstrem. Mengonsumsi makanan dingin seperti es krim dan es batu dapat menyebabkan rasa ngilu yang lebih intens.Menggigit es batu juga sangat dilarang saat mengalami kondisi ini.
Baca juga: Perawatan sederhana untuk redakan sakit gigi "nyut-nyutan"
2. Makanan panas
Sama seperti makanan dingin, makanan yang terlalu panas juga dapat memperparah rasa nyeri pada gigi bungsu. Sebaiknya, tunggu hingga makanan berada pada suhu yang lebih hangat sebelum dikonsumsi.
3. Gorengan
Jenis makanan berminyak seperti gorengan, terutama yang masih panas, dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada gigi yang sedang tumbuh. Tekstur renyah gorengan juga bisa melukai area gusi yang sedang sensitif.
4. Kerupuk dan keripik
Makanan dengan tekstur keras dan renyah seperti kerupuk dan keripik dapat melukai gusi serta meninggalkan sisa makanan yang sulit dibersihkan. Pati dalam makanan ini juga bisa menyebabkan plak yang memperburuk kondisi gigi Anda.
5. Permen jeli
Permen jeli memiliki tekstur yang lengket dan bisa menempel di gigi, dan akan meningkatkan risiko iritasi serta infeksi pada area gigi bungsu yang sedang tumbuh.
6. Makanan asam
Makanan asam seperti asinan dan tom yum dapat membuat gigi terasa lebih nyeri karena keasaman yang tinggi dapat mengiritasi gusi dan gigi sensitif.
Baca juga: 6 masalah utama yang bikin gusi bengkak dan sakit gigi
7. Daging
Makanan berbahan utama daging, terlebih yang berserat seperti rendang dan steak, sulit dikunyah dan dapat memberikan tekanan lebih pada gigi bungsu yang sedang tumbuh. Selain itu, serat daging juga berisiko untuk tersangkut di antara gigi dan sulit dibersihkan.
8. Kue kering dan dodol
Kue kering seperti nastar dan putri salju tentunya memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko plak pada gigi. Sedangkan dodol memiliki tekstur lengket serta rasa manis yang juga dapat memperburuk kondisi gigi bungsu ketika masa pertumbuhan.
Perawatan gigi bungsu
Selain menghindari makanan yang dapat memperparah kondisi gigi bungsu, ada beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan:
- Berkumur dengan air garam: Larutkan setengah sendok teh garam dalam air hangat dan berkumurlah 3-4 kali sehari untuk mengurangi pembengkakan dan membersihkan area gigi bungsu.
- Mengompres dengan es batu: Tempelkan es batu pada rahang selama 15-20 menit untuk meredakan nyeri dan bengkak.
- Berkumur dengan obat kumur: Gunakan obat kumur yang mengandung chlorhexidine untuk mengurangi bakteri dan nyeri.
- Minum obat pereda nyeri: Jika nyeri tidak tertahankan, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas atau konsultasikan dengan dokter gigi.
Jika gigi bungsu terus menimbulkan rasa sakit yang parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan pencabutan gigi bungsu untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca juga: Dokter gigi UI sampaikan tips aman cabut gigi geraham bungsu
Baca juga: Pengobatan untuk peradangan gusi yang bisa dilakukan di rumah
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025