11 bandara Papua ditutup sementara demi keamanan usai pilot ditembak

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penutupan sementara 11 bandara perintis di wilayah Papua dilakukan sebagai langkah preventif setelah insiden penembakan pilot dan kopilot, guna memastikan keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.

"Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan penutupan 11 bandara dan lapangan terbang perintis dilakukan menyikapi kejadian penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation yang mengakibatkan pilot dan kopilot pesawat perintis itu meninggal dunia.

Penutupan dilakukan karena bandara-bandara tersebut dinilai belum memiliki tingkat pengamanan memadai, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi awak dan penumpang pada operasional penerbangan perintis.

Baca juga: PT Pelita Air Service Rampungkan Reaktivasi Bandara Pinang Kampai Dumai

Lebih lanjut dia mengatakan Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi keamanan di sekitar bandara dapat dikelola secara optimal, utamanya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), guna melindungi penerbangan perintis.

"Khususnya yang berada di daerah 3TP sebagaimana yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Papua (penembakan pilot dan kopilot), kami telah melakukan koordinasi dengan stakeholder," ujar Menhub.

Adapun koordinasi itu melibatkan aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menjaga stabilitas wilayah.

Upaya itu dilakukan sekaligus mendukung upaya pemerintah memulihkan aktivitas transportasi udara secara bertahap di sejumlah bandara perintis terdampak langsung.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |