X batasi pembuatan gambar Grok hanya untuk pelanggan berbayar

18 hours ago 15

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan akal imitasi (AI) milik Elon Musk, Grok telah membatasi fitur pembuatan gambar hanya untuk pelanggan berbayar di platform X.

Dilaporkan Techcruch pada Jumat waktu setempat, kebijakan tersebut diambil setelah mengundang kritik keras berbagai kalangan dari seluruh dunia karena memungkinkan pengguna untuk membuat gambar yang berbau pornografi.

Dalam sebuah pernyataan, Grok menyatakan bahwa hanya pelanggan berbayar di X yang dapat membuat dan mengedit gambar di platform tersebut.

Baca juga: Anggota DPR minta Komdigi ambil langkah tegas soal pornografi Grok X

Yang perlu diperhatikan, batasan ini tidak berlaku untuk aplikasi Grok, yang pada saat publikasi memungkinkan siapapun untuk membuat gambar tanpa harus membayar biaya berlangganan.

Diketahui, fitur pembuatan gambar Grok awalnya tersedia untuk siapa saja dengan batasan harian, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengunggah gambar siapapun dan meminta Grok untuk mengeditnya atau menghasilkan versi yang lebih vulgar.

Yang terjadi kemudian adalah banjir gambar-gambar porno tanpa persetujuan yang menampilkan anak-anak, aktor, model, dan tokoh-tokoh terkenal, yang memicu kemarahan berbagai negara.

Baca juga: Kemkomdigi selidiki dugaan penyalahgunaan Grok AI untuk konten asusila

Platform X dan Musk sama-sama secara terbuka mengecam penggunaan alat tersebut untuk menghasilkan gambar-gambar semacam itu.

Ia menegaskan bahwa perusahaan akan tetap berpegang pada kebijakannya terhadap pengunggahan konten ilegal di platform media sosial.

“Siapapun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan mengalami konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal,” cuit Musk pekan lalu.

Baca juga: Prancis dan Malaysia selidiki Grok imbas konten AI tidak senonoh

Sejumlah negara seperti Inggris, Uni Eropa, dan India secara terbuka mengecam X dan Grok karena mengizinkan penggunaan kemampuan tersebut.

Uni Eropa bahkan meminta xAI untuk menyimpan semua dokumentasi yang berkaitan dengan chatbot tersebut.

Kementerian Komunikasi India juga dikabarkan memerintahkan X untuk segera melakukan perubahan untuk menghentikan penyalahgunaan fitur pembuatan gambar atau berisiko kehilangan perlindungan safe harbor di negara tersebut.

Lembaga pengawas komunikasi Inggris juga mengatakan bahwa mereka juga telah menghubungi xAI terkait masalah ini.

Baca juga: India minta X perbaiki Grok menyusul munculnya konten AI tidak senonoh

Baca juga: Elon Musk sebut xAI telah buka Grok 2.5 jadi "Open Source"

Penerjemah: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |