Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana senilai Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) pada 28 April 2026.
Dikutip dari keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, total penawaran masuk yang tercatat pada lelang kali ini mencapai Rp74,95 triliun.
Serapan terbesar berasal dari seri FR0109 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp15,75 triliun dari penawaran masuk Rp34,74 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,63518 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.
Serapan berikutnya yaitu seri FR0107 (pembukaan kembali) yang diserap sebesar Rp5,15 triliun dari penawaran masuk Rp7,05 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,74984 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Selanjutnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp4,4 triliun dari seri SPN12270429 (penerbitan baru) yang mencatatkan penawaran masuk Rp4,56 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,55000 persen dengan jatuh tempo 29 April 2027.
Seri FR0102 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp3,6 triliun dari penawaran masuk Rp4,2 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,86479 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2054.
Kemudian seri FR0108 (pembukaan kembali) diserap Rp3,25 triliun dari penawaran masuk Rp9,22 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,80995 persen dan jatuh tempo 15 April 2036.
Untuk seri FR0106 (pembukaan kembali), pemerintah memenangkan dana sebesar Rp2,7 triliun dari penawaran masuk Rp4,69 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,81832 persen dan jatuh tempo 15 Agustus 2040.
Lalu, pemerintah menyerap dana sebesar Rp2,4 triliun dari seri SPN12260730 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp3,19 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,40000 persen dengan jatuh tempo 30 Juli 2026.
Seri FR0105 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp1,75 triliun dari penawaran masuk Rp3,85 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,87996 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2064.
Terakhir, pemerintah menyerap dana sebesar Rp1 triliun dari seri SPN01260530 (penerbitan baru) yang mencatatkan penawaran masuk Rp3,44 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,89000 persen dengan jatuh tempo 30 Mei 2026.
Baca juga: Purbaya buka peluang China terbitkan obligasi di Indonesia
Baca juga: Penawaran melonjak, Pefindo sebut prospek obligasi pemerintah positif
Baca juga: Pemerintah ajak masyarakat investasi aman di Surat Berharga Negara
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































