Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya menyebutkan penerapan kebijakan work from home (WFH) kepada aparatur sipil negara (ASN) telah terbukti mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di sejumlah lokasi yang biasanya menjadi simpul kemacetan.
"Memang terlihat hari ini ada perbedaan yang cukup signifikan dilihat dari volume kendaraan masyarakat yang memanfaatkan kebijakan WFH ini terlihat dari pantauan arus lalu lintas," kata Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin di Jakarta pada Jumat.
Hal tersebut disampaikan oleh Komarudin yang telah memantau di lapangan sejak pagi hari hingga sekitar pukul 09.20 WIB. Ia juga menyebutkan Jakarta hari ini lebih lancar di beberapa ruas jalan seperti Sudirman yang dari arah selatan ke utara, kemudian utara ke selatan.
"Kemudian bertemu beberapa ruas jalan lain seperti Asia Afrika, Gerbang Pemuda, yang memang biasanya di Layang Ladokgi itu terjadi antrean yang cukup panjang sampai jam segini, termasuk juga yang akses masuk Jakarta yang dari wilayah barat ke timur, memang terlihat meriah namun tidak sampai terjadi kepadatan yang berarti," katanya.
Komarudin menambahkan kepadatan pada simpul-simpul yang memang biasa terjadi kepadatan seperti di Semanggi tidak terlalu mengekor, memang padat, tapi tidak terlalu mengekor terlalu panjang.
Walaupun begitu, Komarudin menyebutkan ada ruas jalan yang terpantau masih padat dan tak terlalu terdampak kebajikan WFH yaitu dari arah barat, Slipi ke arah timur ke Semanggi yang disebabkan karena faktor crossing (situasi dimana arus kendaraan dari satu arah berpotongan langsung atau melintas memotong jalur kendaraan dari arah lain).
"Kita ketahui di situ ada off frame dari dalam tol yang akan keluar ke Semanggi itu crossing dengan jalur TransJakarta, kemudian crossing juga dengan yang dari arteri dari Slipi ke arah Semanggi. Ditambah lagi crossing-an yang dengan ada di jalan kecil dari Benhil. Terus termasuk juga crossing-an dari Semanggi mau ke Sudirman, dari Benhil mau ke arah Cawang, ini yang jadi salah satu penyebab," kata Komarudin.
Komarudin menambahkan situasi arus lalu lintas pada penerapan WFH hari ini di sekitar jalan Jakarta lebih lancar selebihnya kepadatan volume kendaraan saja.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 3/SE/2026 tentang penerapan aturan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap hari Jumat.
Adapun dalam surat edaran itu disebutkan proporsi pegawai ASN yang dapat melaksanakan WFH paling sedikit 25 persen atau paling banyak 50 persen dari jumlah pegawai ASN pada subbidang/subbagian/seksi/subkelompok/unit kerja terkecil yang dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan karakteristik tugas dan jenis pekerjaan pada masing-masing unit kerja.
“Untuk work from home atau work from everywhere sebenarnya, saya sebagai Gubernur sudah menandatangani SE-nya. Jadi untuk masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) itu range-nya antara 25 sampai 50 persen yang melakukan work from home,” jelas Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa.
Dalam surat edaran itu juga disebutkan pegawai yang dapat melaksanakan WFH harus memenuhi kriteria, yakni tidak sedang menjalani atau dalam proses hukuman/disiplin, dan/atau memiliki masa kerja lebih dari dua tahun.
Pegawai yang melakukan WFH wajib melaporkan kehadiran secara daring melalui aplikasi presensi mobile sebanyak dua kali, yakni pukul 06.00-08.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB.
Baca juga: KPK tetap melayani publik hingga periksa saksi meski ada aturan WFH
Baca juga: Seluruh ASN BPBD DKI tetap WFO untuk jaga pelayanan kepada masyarakat
Baca juga: Menhub modifikasi WFH agar layanan transportasi maksimal Senin-Jumat
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































