Jakarta (ANTARA) - World Boxing Council (WBC) menyatakan berduka usai kehilangan petinju berbakat kelas welter (66,7 kg) Prichard Colon Melendez yang meninggal dunia setelah 11 tahun menderita cedera otak.
"Dengan berat hati dan kesedihan mendalam yang menyelimuti seluruh komunitas tinju internasional, WBC dan Presiden Mauricio Sulaiman berduka atas meninggalnya mantan petinju dan ikon keberanian, Prichard Colón Melendez," demikian pernyataan WBC dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Lahir pada 19 September 1992, Prichard Colon muncul sebagai salah satu prospek paling cemerlang di tinju kawasan Karibia. Diberkahi dengan bakat teknik yang luar biasa, karisma yang melimpah, dan kekuatan yang dahsyat, petinju Puerto Rico itu menaklukkan berbagai kejuaraan amatir nasional dan meraih medali emas Pan Amerika Remaja sebelum beralih ke profesional.
Prichard membangun rekor mengesankan dengan 16 kemenangan dan 13 knockout (KO). Ia tidak hanya bertarung dengan keterampilan namun dengan keanggunan dan kebanggaan membawa bendera Puerto Rico ke puncak kejayaan.
Pada 17 Oktober 2015, di malam yang nahas pada duel melawan Terrel Williams di Fairfax, Virginia, hidup Prichard berubah selamanya setelah mendapat pukulan keras dan ilegal di bagian belakang kepala selama pertandingan yang menyebabkan pendarahan otak dan kerusakan neurologis permanen.
Meskipun takdir tiba-tiba merenggut kesempatannya untuk dinobatkan sebagai juara di dalam ring, Prichard segera memulai pertarungan terpenting dari semuanya yaitu pertarungan untuk bertahan hidup.
Baca juga: Conor Benn yakin bungkam Garcia untuk rebut sabuk kelas welter WBC
Didukung di setiap langkahnya oleh dedikasi luar biasa dan cinta tanpa lelah dari orang tuanya, Nieves dan Richard Colon, ia menjadi simbol global ketahanan, iman, dan martabat.
Sejak hari tragis itu, WBC dan keluarga tinju global berjanji untuk tidak pernah melepaskan tangan Prichard atau orang-orang yang dicintainya.
Sebagai pengakuan atas semangatnya yang pantang menyerah dan perjuangan tanpa henti keluarganya, WBC menobatkannya sebagai Juara Dunia Kehormatan, dan memberinya sabuk Hijau dan Emas ikonis yang selalu pantas ia dapatkan.
Kecelakaan tragis yang menimpa Prichard bukanlah tanpa alasan. Peristiwa itu menginspirasi WBC untuk secara tegas memperkuat peraturan keselamatan, menerapkan toleransi nol untuk pukulan ke bagian belakang kepala (pukulan kelinci) dan memberlakukan protokol medis yang lebih ketat untuk melindungi integritas semua petarung di seluruh dunia.
Presiden Mauricio Sulaiman beserta seluruh keluarga WBC menyampaikan belasungkawa, doa, dan pelukan tulus terdalam kepada orang tua, keluarga, dan rakyat Puerto Rico yang heroik di masa duka itu.
Prichard Colon tak lagi menderita karena hari ini ia telah menggantungkan sarung tinju duniawinya untuk beristirahat dalam kedamaian abadi dan mengenakan mahkota abadi yang diperuntukkan bagi para pejuang sejati.
"Beristirahatlah dengan tenang, Prichard tersayang. Warisan dan senyummu akan hidup selamanya di hati kami," demikian WBC.
Baca juga: Juara WBC Skye Nicolson mundur dari laga 29 Agustus karena cedera
Baca juga: WBC umumkan Jordan dan Luis naik ring perebutkan sabuk kelas ringan
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































