Warga apresiasi jaringan listrik di Desa Tetinggi, Gayo Lues pulih

2 hours ago 3
Sejumlah rumah warga juga mendapatkan penggantian meteran listrik baru oleh petugas PLN setelah instalasi sebelumnya rusak akibat banjir bandang

Gayo Lues (ANTARA) - Warga Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang semuanya menjadi penyintas banjir bandang mengapresiasi upaya petugas gabungan yang bergerak cepat memulihkan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Desa Tetingi, Maryani (35), mengaku suasana gelap tanpa jaringan listrik sempat menjadi "sahabat" mereka pascabencana sehingga semua aktivitas menjadi sangat terbatas namun hanya dalam beberapa hari listrik di desanya kembali menyala sampai saat ini.

“Syukurlah, listrik sudah menyala sejak beberapa hari pertama yang lalu. Senang lah, kalau semua gelap, bagaimana anak mau belajar dan kami beribadah selama Ramadhan ini, apalagi nanti mau Lebaran,” kata Maryani saat ditemui di rumahnya, Senin malam.

Maryani (35), warga sekaligus penyintas banjir bandang di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3/2026) malam. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Kepala Desa Tetingi Mahmud menambahkan pemulihan jaringan listrik di desanya dilakukan oleh petugas PLN seiring dengan proses pembukaan akses jalan yang sebelumnya tertutup total akibat dampak bencana.

Adapun upaya perbaikan jaringan listrik mulai dilakukan sekitar dua pekan setelah bencana dengan melibatkan berbagai pihak dalam tim gabungan TNI, Polri, BPBD, relawan dan sebagainya.

"Sejumlah rumah warga juga mendapatkan penggantian meteran listrik baru oleh petugas PLN setelah instalasi sebelumnya rusak akibat banjir bandang," katanya.

Selain itu, ia mengatakan petugas juga mendirikan beberapa tiang listrik baru untuk menggantikan tiang lama yang roboh diterjang arus deras banjir bandang hampir empat bulan yang lalu.

Berdasarkan pendataan pemerintah desa, Desa Tetingi dihuni sebanyak 133 kepala keluarga dengan total 418 jiwa yang seluruhnya terdampak banjir bandang dari luapan Sungai Tripe yang membagi dua desa di dataran tinggi Gayo Lues itu.

Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 33 rumah hanyut terbawa arus, sementara 42 rumah lainnya mengalami rusak berat dan tidak lagi layak huni.

"Jadi secara keseluruhan banyak yang rusak-hancur, cuma tersisa 24 rumah disini yang masih berdiri, sekarang terlihat ramai karena beberapa itu dibangun kembali oleh warga dan semua dialiri listrik sudah," cetusnya.

Meski kondisi listrik telah kembali pulih, warga tetap berharap tidak terjadi bencana susulan mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

“Semoga tidak ada lagi banjir atau longsor susulan, karena itu yang kami khawatirkan. Hujan masih sering turun dan masih banyak titik rawan,” ujar Mahmud.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya menyampaikan pemerintah terus melakukan penanganan di sejumlah wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.

Ia menyebut penanganan difokuskan antara lain di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen, serta daerah pegunungan seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah yang masih mengalami kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito mengatakan pasokan listrik yang sebelumnya baru pulih sekitar 50 persen kini telah hampir sepenuhnya kembali normal.

"Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, listrik, kemudian bahan bakar, baik BBM maupun gas, LPG, dan kemudian sarana komunikasi, internet," kata dia.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |