Wamenkomdigi sebut etika AI harus diterapkan sejak tahap perancangan

4 days ago 12

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) harus menerapkan prinsip ethics by design atau etika yang diterapkan sejak tahap awal perancangan.

Konsep ethics by design berarti prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, dan keamanan harus diterapkan dalam adopsi teknologi AI.

"Saya kira sudah saatnya para pengembang AI dan juga komunitas yang mengadopsi AI tidak lagi hanya bicara soal prinsip-prinsip yang diikuti secara sukarela. Sekarang secara global ada pergeseran yang kita sebut sebagai ethical drift, di mana prinsip-prinsip itu harus dihadirkan sebagai bukti-bukti," kata Nezar dalam acara Indonesia Ethical AI Summit 2026 di Jakarta, Rabu.

Nezar mengatakan perkembangan AI saat ini menunjukkan adanya pergeseran global dari sekadar penerapan prinsip etika secara sukarela menuju tuntutan pembuktian bahwa prinsip-prinsip tersebut benar-benar diterapkan dalam produk dan layanan AI.

Menurutnya, kebutuhan penerapan etika sejak tahap perancangan menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi agentic AI, yakni sistem AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri.

Baca juga: Investasi AI harus hadirkan transfer teknologi bagi Indonesia

Ia mencontohkan penggunaan agentic AI pada layanan keuangan dan pemesanan tiket, di mana sistem AI dapat berinteraksi dengan AI lain untuk menyelesaikan berbagai proses tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Dalam kondisi tersebut, kata dia, aspek delegasi kewenangan dan akuntabilitas harus dirancang secara jelas untuk mengantisipasi munculnya perilaku yang tidak diinginkan.

Nezar mencontohkan simulasi penggunaan agentic AI yang pernah dilakukan di Kanada untuk menangani penumpang pesawat yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan akibat cuaca buruk.

Dalam simulasi tersebut, sistem AI mampu mempercepat proses pemindahan penumpang dari yang sebelumnya membutuhkan waktu delapan hingga sepuluh jam menjadi kurang dari dua jam. Namun, pada salah satu simulasi sekitar 1.200 penumpang ditempatkan pada penerbangan yang salah.

Oleh karena itu, Nezar mengatakan pendekatan ethics by design perlu diterapkan melalui konsep shifting left, yaitu memastikan seluruh aspek tata kelola dan mitigasi risiko telah diterapkan sejak tahap awal perancangan AI.

"Jadi shifting left berarti kita mau mengecek kembali dari awal. Dari awal harus dipastikan bahwa, semua regulasi-regulasi mengenai etis, yang mengatur artificial intelligence (AI) itu harus diadopsi oleh pengembang AI atau mereka yang mengadopsi teknologi AI," katanya.

Baca juga: Wamenkomdigi: Digitalisasi pemerintahan tak cuma tambah aplikasi

Baca juga: Wamenkomdigi ungkap IKN dirancang jadi lab layanan publik berbasis AI

Baca juga: Nezar sebut internet murah bisa jadi mesin pertumbuhan ekonomi baru

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |