Wamenkomdigi dorong manfaatkan teknologi digital untuk berbagi ilmu

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mendorong memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk berbagi ilmu, seperti yang dilakukan Melan Achmad atau yang dikenal sebagai Mbah Guru Matematika.

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo memberikan penghargaan kategori Satria SDM Emas kepada Melan Achmad, merupakan sosok pendidik yang tetap mengabdikan diri untuk berbagi ilmu mengajar matematika secara gratis melalui platform digital dan menjangkau masyarakat melalui konten pembelajaran, meski telah memasuki usia 79 tahun.

“Bapak Melan ini memberikan contoh bahwa usia bukan menjadi batas untuk terus memberikan manfaat. Teknologi digital justru bisa menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Angga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Saat memberikan penghargaan dalam puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga di Jakarta, Minggu (9/8), Angga Raka Prabowo menilai kontribusi seperti yang dilakukan Melan Achmad memiliki arti penting ketika teknologi digital semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Baca juga: Wamenkomdigi: Kampus harus jaga sisi kritis mahasiswa hadapi Gen AI

Dalam hal ini, kemampuannya menggunakan teknologi untuk menyebarkan pengetahuan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang kita lihat dari Pak Melan bukan sekadar kemampuan mengajar matematika. Ada semangat untuk terus belajar, berbagi, dan menggunakan teknologi sebagai sarana pendidikan,” kata dia.

Melan Achmad memulai karier sebagai pendidik pada 1970 di Aceh dan kemudian melanjutkan pengabdiannya di Purworejo, Jawa Tengah. Setelah hampir lima dekade mengajar dan pensiun pada 2018, ia tetap melanjutkan aktivitas pendidikan melalui media sosial.

Dengan bantuan anaknya, Melan mulai membuat konten pembelajaran matematika melalui akun TikTok @binaprestasiswa. Aktivitas tersebut membuat materi matematika dapat diakses masyarakat secara lebih luas tanpa terbatas ruang kelas.

Dedikasinya juga pernah mendapat penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional 2024. Saat itu, Melan menerima penghargaan berupa plakat, laptop, dan uang tunai Rp100 juta.

Menurut Angga, perjalanan Melan menunjukkan pentingnya membangun ekosistem digital yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan.

“Ini contoh konkret bagaimana transformasi digital bisa memberi ruang kepada siapa pun untuk tetap berkarya dan memberikan manfaat. Kita ingin semakin banyak orang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan memberi nilai bagi masyarakat,” tutur dia.

Baca juga: Wamenkomdigi ungkap urgensi tata kelola hadapi AI yang makin dinamis

Baca juga: Nezar: Pemerataan internet tidak hanya bergantung pada pembangunan BTS

Baca juga: Peran aktif RI dalam kolaborasi AI internasional lewat pendirian WAICO

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |