Pendidikan vokasi jadi kunci siapkan SDM industri transportasi

2 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Perkembangan teknologi kendaraan menuntut industri transportasi tidak hanya menyiapkan produk dan infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti perubahan teknologi yang disiapkan melalui jenjang pendidikan.

Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan mengatakan bahwa panel diskusi bertajuk “Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan” ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri kendaraan niaga di Indonesia.

"Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri," kata Susilo Darmawan dalam keterangan resminya, Senin.

Diskusi yang melibatkan pemerintah, industri, dan jaringan dealer itu menyoroti kebutuhan penyelarasan kompetensi lulusan sekolah kejuruan dengan kebutuhan dunia kerja, terutama di tengah perkembangan teknologi kendaraan yang semakin kompleks.

Baca juga: Hino digitalisasi inspeksi kendaraan niaga lewat aplikasi

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan mengatakan, pendidikan vokasi perlu memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan industri agar lulusan tidak hanya memiliki kemampuan dasar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Arie.

Menurut dia, kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi siswa.

Pola tersebut dapat dilakukan melalui penyelarasan kurikulum, pelatihan tenaga pendidik, sertifikasi, hingga praktik kerja industri.

Di sektor kendaraan niaga, kebutuhan SDM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis kendaraan konvensional, tetapi juga perkembangan teknologi yang diterapkan pada kendaraan dan sistem pendukungnya.

HMSI mengembangkan program Hino Indonesia Partnership School (HIPS) untuk mempertemukan kebutuhan sekolah vokasi dengan dunia industri. Program tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, media pembelajaran, sertifikasi kompetensi, dan praktik kerja industri.

Sementara itu, pengembangan kompetensi tidak berhenti setelah siswa menyelesaikan pendidikan formal.

Baca juga: HMSI dukungan dunia pendidikan melalui penyerahaan truk Hino 300

Hino Indonesia Academy menjadi salah satu sarana pelatihan bagi mekanik, pengemudi, dan tenaga profesional agar kompetensinya dapat mengikuti perkembangan teknologi kendaraan.

Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI Pieter Andre menilai pengembangan SDM perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi industri transportasi.

“Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," ujar Pieter Andre, Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI.

Di sisi lain, jaringan dealer juga memiliki peran dalam menjembatani pendidikan dengan dunia kerja.

Selain menjadi lokasi praktik kerja industri, dealer dapat menjadi tempat pengembangan kompetensi sekaligus membuka peluang bagi lulusan vokasi untuk memasuki industri.

Sinergi antara pemerintah, sekolah, industri, dan jaringan dealer menjadi penting agar proses penyiapan tenaga kerja tidak berhenti pada pendidikan, tetapi berlanjut hingga memasuki dunia kerja.

Dengan demikian, kebutuhan SDM industri transportasi dapat diantisipasi seiring perubahan teknologi kendaraan.

Baca juga: HMSI kolaborasi dengan 3 instansi, tingkatkan keselamatan berkendara

Baca juga: KNKT ungkap dua faktor maraknya kecelakaan dari kendaraan niaga

Baca juga: Hino luncurkan bus berpenggerak 4x4 di GIICOMVEC 2026

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |