Menpar sebut pariwisata RI tumbuh positif berkat strategi adaptif

2 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sektor pariwisata Indonesia sepanjang semester I 2026 di berbagai indikator utama mencatatkan pertumbuhan positif berkat strategi yang dijalankan oleh pemerintah secara adaptif.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, Widiyanti menyebut strategi adaptif itu dijalankan melalui penyesuaian pasar (market pivot), penguatan promosi di negara-negara dengan potensi pertumbuhan tinggi, peningkatan pergerakan wisatawan nusantara, serta pengembangan produk dan destinasi yang semakin berkualitas.

Capaian tersebut mempertegas peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas peluang usaha, dan mendorong pembangunan di berbagai daerah.

"Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah," katanya.

Baca juga: Kemenpar harap FBLB pertahankan eksistensi nilai budaya Lembah Baliem

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10 persen, Asia Tenggara tumbuh 8,22 persen, sedangkan pasar Oseania naik 6,60 persen.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara.

Hasil ini sekaligus menunjukkan strategi diversifikasi pasar yang dijalankan Kementerian Pariwisata bersama berbagai pemangku kepentingan berjalan secara efektif.

Widiyanti menyebut bahwa kualitas aktivitas wisata juga terus meningkat. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan naik 6,36 persen menjadi sekitar 1.313 dolar AS.

Pertumbuhan sektor pariwisata juga ditopang oleh tingginya mobilitas wisatawan nusantara yang mencapai 630,41 juta perjalanan atau meningkat 2,71 persen dibandingkan semester I 2025.

Pada saat yang sama, jumlah perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri tercatat 4,46 juta perjalanan atau turun 2,40 persen sehingga Indonesia membukukan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta.

Di sisi investasi, sektor pariwisata mencatatkan realisasi sebesar Rp39,68 triliun atau meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Kemenpar dorong yacht tourism perkuat wisata bahari Indonesia

Investasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing sebesar Rp12,19 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp27,48 triliun, yang masing-masing tumbuh 37 persen dan 9,39 persen.

Menurut dia, adanya peningkatan investasi tersebut tidak hanya mendorong pembangunan fasilitas pariwisata, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi.

"Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi," ujarnya.

Peningkatan aktivitas pariwisata juga tercermin dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 48,20 persen atau naik 2,48 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pariwisata dinilainya memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen, dengan sektor-sektor yang berkaitan erat dengan pariwisata memberikan kontribusi signifikan.

Lapangan usaha akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen, transportasi dan pergudangan 5,65 persen, jasa perusahaan 5,08 persen, serta jasa lainnya 6,36 persen. Secara keseluruhan, sektor-sektor tersebut menyumbang sekitar 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan wisata mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus," kata Menpar.

Baca juga: Kemenpar dukung pengembangan Wamena sebagai destinasi wisata budaya

Baca juga: Kemenpar sebut tren positif pariwisata modal kuat bagi ekonomi RI

Baca juga: Kemenpar berkoordinasi dengan pemda terkait insiden semasa FBLB 2026

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |