Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan pemerintah akan menelusuri dugaan pungutan liar dalam program mudik gratis dengan moda kapal laut di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara, guna memastikan layanan berjalan sesuai aturan.
"Nanti kita telusuri," kata Wamenhub saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Dugaan praktik pungutan liar program mudik gratis dengan kapal laut di Pelabuhan Nusantara Kendari itu terjadi pada rute pelayaran Kendari-Muna-Baubau.
Menyikapi hal itu, Wamenhub menegaskan apabila ditemukan penyimpangan dalam sistem pelaksanaan program tersebut, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas dan menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Ia menyatakan pemerintah menyediakan program mudik gratis melalui berbagai moda transportasi, mulai dari udara, laut, hingga kereta api, guna membantu masyarakat melakukan perjalanan Lebaran dengan aman.
Menurutnya, seluruh layanan mudik gratis yang disediakan pemerintah harus benar-benar tanpa biaya karena merupakan bentuk pelayanan publik yang dibiayai negara untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah.
"Mudik gratis beberapa sektor ya kan? Ada sektor udara, sektor laut, sektor kereta api, pemerintah itu mengucurkan itu. Bila ada penyimpangan akan kita laksanakan penindakan dan kita luruskan secepatnya," tegasnya.
Selain penindakan, pemerintah juga akan segera meluruskan berbagai potensi pelanggaran agar program mudik gratis tetap berjalan sesuai tujuan awal, yaitu memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat.
"Sudah pasti ditindak tegas. Kalau yang memberikan pelayanan publik namun ada yang tidak benar kita harus tindak tegas," tuturnya.
Suntana menambahkan program mudik gratis telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk sejumlah daerah di Sulawesi, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan transportasi bagi masyarakat selama periode Lebaran.
"Kemarin, ada anggota Komisi V DPR juga sudah menyampaikan bahwa mudik gratis sudah nyampe ke wilayah Sulawesi-Sulawesi," ucap Wamenhub.
Wamenhub menegaskan pula seluruh program mudik gratis pemerintah tidak dipungut biaya apapun, sehingga oknum yang melakukan pungli akan ditindak tegas demi memastikan pelayanan aman, nyaman, dan transparan bagi masyarakat.
Diketahui, Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar 6 ribuan tiket kapal gratis untuk warga yang hendak mudik ke kampung halaman dengan rute Kendari-Raha-Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kuota ribuan tiket gratis tersebut diberikan kepada masyarakat dengan rute perjalanan mudik Kendari-Raha, Raha-Kendari, Kendari-Baubau, dan Baubau-Kendari.
Sebelumnya, marak pemberitaan di wilayah Kota Kendari yang menyebutkan adanya dugaan pungli terhadap calon penumpang program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan yang terjadi di Pelabuhan Nusantara, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sejumlah calon penumpang mengaku dimintai uang sebesar Rp12 ribu meski telah terdaftar sebagai penerima tiket gratis.
Baca juga: Kemenhub mulai angkut sepeda motor mudik gratis gunakan kereta api
Baca juga: Kemenhub berangkatkan ratusan pemudik gratis rute Kendari–Raha
Baca juga: Menhub: Mudik gratis lintas moda perkuat layanan angkutan Lebaran
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































