Wamendagri tekankan penguatan karakter generasi muda

4 hours ago 1
Peradaban besar ditopang oleh pengetahuan dan dipertahankan oleh karakter. Karena itu, tugas kita hari ini adalah fokus membangun karakter dan mengusung kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui penanaman nilai budaya, moral, dan kebangsaan sebagai fondasi menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.

"Peradaban besar ditopang oleh pengetahuan dan dipertahankan oleh karakter. Karena itu, tugas kita hari ini adalah fokus membangun karakter dan mengusung kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," kata Bima saat menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Jakarta, Sabtu.

Bima mengatakan kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang kuat.

Menurut dia, tantangan pembentukan karakter semakin besar seiring perkembangan media sosial yang memungkinkan penyebaran informasi berlangsung cepat tanpa selalu diiringi proses verifikasi.

Baca juga: Wamendagri: Perlu komitmen kuat kontrol rokok lindungi generasi muda

Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, etika, dan kebijaksanaan agar mampu menyaring informasi serta tetap berpegang pada kebenaran.

Bima menilai upaya menyiapkan generasi penerus bangsa tidak cukup hanya melalui pendidikan formal dan peningkatan kompetensi. Karakter dan integritas, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kecerdasan agar mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga mengajak generasi muda memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas kebangsaan.

"Melayu itu kosmopolitan. Menjejak bumi Melayu, berpijak di bumi Nusantara, dan menatap dunia. Itulah para pendiri bangsa kita. Mereka berangkat dari budaya lokal, berpikir dalam bingkai nasional, dan berkiprah di tingkat global," ujarnya.

Baca juga: MPR: LKBB-PB wahana pembentukan karakter generasi muda

Lebih lanjut, Bima menuturkan tradisi intelektual Melayu telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi bagi bangsa, seperti Raja Ali Haji dan Buya Hamka.

Menurut dia, pemikiran dan keteladanan para tokoh tersebut tetap relevan dalam membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.

Karena itu, Bima berharap ISMI dapat menjadi ruang yang aktif untuk menghidupkan kembali nilai budaya, etika, dan kebangsaan melalui berbagai kegiatan edukasi serta pengembangan pemikiran.

Upaya tersebut, lanjut dia, penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus memanfaatkan peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Menkomdigi ajak generasi muda jadi duta internet sehat

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |