Cara Kemenpar siasati destinasi agar terus naik kelas

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata membeberkan cara untuk mensiasati destinasi wisata di Indonesia terus naik kelas dan tidak kalah bersaing dengan negara tetangga.

"Pemerintah terus berupaya mengatasi berbagai kendala dan hambatan yang mempengaruhi daya saing pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara kompetitor di ASEAN," kata Kementerian Pariwisata kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan instansi terkait, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha dan pemangku kepentingan (stakeholder) untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.

Baca juga: Kemenpar jadikan sport tourism prioritas geliatkan sektor ekonomi

Baca juga: Kemenpar masif berdiskusi dengan Kemenhub terkait harga avtur

Upaya sinergis ini dilakukan demi memperkuat daya saing pariwisata Indonesia dan posisi Indonesia sebagai destinasi yang kompetitif, menarik, dan terpercaya dipercaya oleh pasar internasional.

Program "Pariwisata Naik Kelas” dijadikan sebagai salah satu dari lima program unggulan untuk tahun 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat citra Indonesia sebagai high quality tourism destination sekaligus menarik segmen affluent tourists atau wisatawan berkualitas dengan daya beli yang lebih tinggi.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan paket-paket wisata unggulan bertema gastronomi, wellness, bahari atau marine tourism, wastra, serta kesenian juga desain sebagai daya tarik utama untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan mancanegara.

Misalnya, seperti meningkatkan efektivitas konversi minat pasar internasional menjadi kunjungan wisatawan mancanegara, menambah rute dan kapasitas kursi penerbangan internasional menuju destinasi unggulan Indonesia, menyempurnakan kebijakan visa agar lebih ramah dan kompetitif bagi wisatawan, termasuk dari sisi jumlah negara penerima bebas visa maupun biaya visa on arrival, serta memperluas pengembangan dan promosi daya tarik wisata, tidak hanya berpangku pada Bali, melalui strategi Bali Beyond.

Menurut kementerian, mereka juga terus mengikuti pergeseran tren pariwisata. Saat ini, meningkatnya kualitas pariwisata (quality of tourism) Indonesia terlihat dari naiknya jumlah kunjungan wisman disertai dengan meningkatnya rata-rata pengeluaran per wisman.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan, atau tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4,33 juta kunjungan.

Sementara itu, perolehan devisa pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar atau sekitar Rp68,28 triliun, meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,81 miliar dolar atau sekitar Rp62,29 triliun.

Sebelumnya dalam Rapat Kerja Bersama Kementerian Pariwisata pada Rabu (3/6), Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat meminta Kementerian Pariwisata untuk melakukan pemetaan pertumbuhan pariwisata negara tetangga di kawasan Asia Tenggara demi memperkuat pariwisata tanah air.

Komentar tersebut keluar merespons isu sektor pariwisata Vietnam yang melampaui Indonesia, khususnya tentang pengembangan destinasi-destinasi baru. Novita meminta Kementerian Pariwisata mewaspadai isu tersebut karena berkaitan dengan posisi pariwisata Indonesia baik di tingkat regional Asia Tenggara maupun di kancah global.

Baca juga: Upaya kemenpar kembangkan destinasi favorit di luar Bali

Baca juga: Kemenpar perkuat penerapan Gerakan Wisata Bersih di seluruh destinasi

Baca juga: Wisata gastronomi ajak wisatawan pahami sejarah kuliner Indonesia

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |