Wamendag: Harga cabai naik jelang Idul Fitri dipicu cuaca

2 hours ago 1
Permintaannya meningkat menjelang Idul Fitri, ditambah kondisi cuaca yang sering hujan sehingga mempengaruhi pasokan

Tangerang Selatan (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut kenaikan harga cabai menjelang Idul Fitri 2026 dipicu meningkatnya permintaan masyarakat serta faktor cuaca yang mempengaruhi produksi.

Pernyataan itu disampaikan setelah Wamendag memantau langsung harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat, bersama pemerintah daerah.

“Menjelang hari-hari besar seperti ini kita harus lebih aktif turun ke lapangan untuk melihat bagaimana tren harga beberapa bahan pokok,” kata Roro.

Dalam peninjauan tersebut, Wamendag menyebut harga minyak goreng kemasan Minyakita di pasar tersebut juga rata-rata terpantau sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter dengan pasokan yang dinilai aman.

Namun, ia mencatat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit merah yang melonjak hingga sekitar Rp100.000 per kilogram (kg) dari harga acuan sekitar Rp57.000 per kg.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri (kiri) berbincang dengan pedagang saat memantau harga bahan pokok di Pasar Ciputat, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan serta faktor cuaca yang mempengaruhi produksi.

“Permintaannya meningkat menjelang Idul Fitri, ditambah kondisi cuaca yang sering hujan sehingga mempengaruhi pasokan,” ujarnya.

Sejumlah komoditas lain tercatat relatif stabil. Berdasarkan pantauan di pasar, harga cabai merah keriting sekitar Rp60.000 per kg, bawang merah Rp35.000–Rp40.000 per kg, serta bawang putih sekitar Rp33.000–Rp35.000 per kg. Sementara itu, harga beras premium sekitar Rp13.000 per kg dan beras medium sekitar Rp14.500 per kg.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi paha belakang sekitar Rp140.000 per kilogram dan daging has dalam Rp150.000 per kilogram, sedangkan ayam ras dijual sekitar Rp40.000 per ekor.

Lebih lanjut, Roro memastikan ketersediaan bahan pokok secara umum masih mencukupi hingga Idul Fitri, meskipun pemerintah tetap memperkuat koordinasi distribusi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Dari hasil pemantauan kami sejauh ini semua (komoditas) stoknya aman dan cukup. Tinggal kita perkuat distribusinya dengan berkoordinasi dengan Bapanas,” ujar dia.

Roro mengatakan pemerintah akan memperkuat pemantauan harga melalui sistem SP2KP serta berkoordinasi dengan Bapanas untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi bahan pokok.

Usai pemantauan, Wamendag membagikan 50 paket bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, masing-masing berisi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram dan Minyakita kemasan 1 liter.

"Hari ini, sesuai dengan semangat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, kami juga membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan," tuturnya.

Baca juga: Kendalikan harga pangan, Mendag maksimalkan sistem pemantauan pasar

Baca juga: Pengamat: Pemerintah berhasil stabilkan pangan lewat pantauan harian

Baca juga: Zulhas lapor Prabowo hasil keliling cek ketersediaan dan harga pangan

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri (kiri) menyerahkan bantuan sembako beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyakita kepada warga usai meninjau harga bahan pokok di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |