Medan (ANTARA) - Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus menyebutkan bahwa Kartu Nusuk merupakan "nyawa" bagi jamaah calon haji selama berada di Tanah Suci.
"Kartu Nusuk yang baru bapak ibu dapat di ruangan ini adalah 'nyawa' kita," ungkap Zulkifli di hadapan sebanyak 359 calon haji Kloter 10 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Sabtu.
Kartu Nusuk ini, jelas dia, merupakan syarat wajib setiap jamaah calon haji Indonesia untuk masuk ke tempat suci untuk beribadah, baik di Madinah dan di Makkah, maupun di tempat lainnya di Arab Saudi.
Kartu ini berisi data profil dan medis jamaah calon haji Indonesia yang dibagikan langsung ketika di embakasi atau sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Baca juga: Kemenhaj perkuat pengawasan dan penindakan cegah haji non-prosedural
"(Kartu Nusuk ini untuk) Ke tempat-tempat suci untuk kita beribadah, yaitu Masjidil Haram, Baitullah untuk tawaf dan sai, nanti di Madinah berziarah ke makam Rasulullah dan masuk ke Raudhah. Puncaknya ketika kita mau haji di Arafah," jelas Zulkifli.
Ia mengatakan, jamaah calon haji asal Sumatera Utara telah diajarkan oleh petugas perihal kegunaan Kartu Nusuk tersebut saat melakukan manasik.
Sebanyak 359 calon haji Kloter 10 Embarkasi Medan merupakan jamaah asal Sumatera Utara yang terdiri atas 207 orang dari Kabupaten Deli Serdang, 147 orang asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dan lima petugas haji.
Tercatat, satu calon haji atas nama Azwar Husni Lubis asal Kabupaten Deli Serdang gagal berangkat karena sakit sebelum masuk asrama haji.
Baca juga: Jamaah calon haji khusus Indonesia perdana tiba di Madinah
"Jadi Kartu Nusuk jangan sampai hilang ya. Itu tetap digantungkan di leher, kecuali waktu mandi. Tidur pun tidak lasak, boleh lah dibawa. Tapi yang lasak, asik berguling-guling, jangan dipakai Kartu Nusuk itu," tutur dia.
Zulkifli yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Sumatera Utara mengingatkan, Kartu Nusuk ini harus dijaga dan tidak boleh dibagikan ke media sosial.
Data PPIH Embarkasi Medan menyatakan, sebanyak 5.990 calon haji, di antaranya 68 petugas haji asal Sumatera Utara diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April hingga 11 Mei 2026.
Hingga pemberangkatan Kloter 9 Embarkasi Medan pada Jumat (1/5), tercatat sebanyak 3.589 calon haji dan 40 petugas haji telah tiba di Tanah Suci.
Baca juga: Kemenhaj ingatkan jamaah haji untuk bayar dam lewat mekanisme resmi
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































