Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mendorong investigasi penyebab kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jumat dini hari.
Dia mengatakan untuk sementara, kebakaran itu diduga terjadi akibat arus pendek listrik. Namun, pemicu insiden kelistrikan itu masih terus didalami, termasuk dugaan kebakaran bermula dari korsleting pada tiang listrik di depan rumah korban.
"Hari ini juga kita lihat penyebabnya adalah listrik, kondisi listrik, yang masih terus didalami dari sisi investigasi sebab utama dari korsleting listrik tersebut," kata Iin kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan satu sekeluarga itu tewas akibat terjebak di lantai dua rumah saat kebakaran terjadi.
"Pada saat kejadian, api kan mulai dari bawah, dari lantai satu. Lima orang tadi yang tinggal di dalam, mereka menyelamatkan dirinya ke atas, ke lantai atas. Mungkin pada saat dia turun ini, korban tidak bisa keluar lagi karena sudah terkepung api," ujar Iin.
Lebih lanjut, dia menuturkan petugas pemadam telah mengambil tindakan cepat setelah menerima informasi kebakaran tersebut.
"Jadi, pukul 02.18 WIB itu kejadian, jam 02.20 WIB tim Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) sudah berangkat ke lokasi. Jadi, sudah sangat cepat dalam melakukan tindakan. Kemudian, tibanya jam 02.22 WIB, mulai operasi 02.23 WIB, (api) dilokalisasi pukul 02.47 WIB dan pendinginan pukul 02.52 WIB," papar Iin.
Baca juga: Satu keluarga tewas dalam kebakaran di Grogol Petamburan Jakbar
Sementara itu, Perwira Piket Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat Abdul Syukur mengungkapkan kebakaran tersebut diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di tiang listrik di depan rumah korban.
Api kemudian dengan cepat masuk ke dalam rumah ketika korban tengah tertidur.
"Yang terbakar rumah tinggal. Api diduga dari korsleting listrik di tiang listrik dan langsung masuk ke rumah," ungkap Abdul.
Pihak pemadam pun
mengaku kesulitan memadamkan api karena kondisi rumah korban yang digembok dari dalam dan dipasangi teralis besi.
"Kesulitannya, karena rumah itu digembok. Kita jebol paksa akhirnya untuk masuk ke rumah tersebut," terang Abdul.
Setelah api dipadamkan, petugas langsung mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Sampai dengan saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Baca juga: 15 menit jadi waktu tanggap maksimal pemadam kebakaran
Baca juga: DKI optimalkan gerakan kepemilikan Apar untuk antisipasi kebakaran
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































