Program MBG bantu atasi stunting & ringankan beban warga Padang Serai

1 hour ago 3
Mereka kan tahunya makan, ada lauk, ada sayur. Belum tentu mencukupi angka kecukupan gizi. Dengan adanya menu 3B itu tercukupi gizi mereka

Jakarta (ANTARA) - Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di Kelurahan Padang Serai, Bengkulu, untuk mengatasi stunting.

Ketua Posyandu Anggita sekaligus pemilik PAUD Yuyun menilai program ini menjadi langkah nyata dalam membantu pemenuhan gizi warga, terutama di wilayah dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

"Sebagai pelaku bidang pendidikan, tergerak untuk buka posyandu awalnya. Jadi sudah buka posyandu, begitu ada MBG, saya langsung terima karena ada untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang membantu menurunkan stunting," kata Yuyun dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan Padang Serai merupakan wilayah dengan masyarakat yang beragam dari berbagai suku, dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani dan nelayan dari kelas menengah ke bawah. Kondisi tersebut membuat pemenuhan gizi keluarga kerap menjadi tantangan.

Baca juga: BGN: Tujuan utama MBG untuk beri asupan gizi ibu hamil hingga balita

Menurutnya, kehadiran MBG dengan konsep menu untuk penerima manfaat 3B menjadi solusi penting dalam meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat. Selama ini, kata dia, warga umumnya hanya memahami makan sebatas kenyang, tanpa memperhatikan kecukupan nutrisi.

"Awalnya dulu kan Bengkulu katanya stunting, itulah awal kita. Jadi, dengan ada menu 3B ini kan untuk mengatasi masalah stunting itu. Mereka kan tahunya makan, ada lauk, ada sayur. Belum tentu mencukupi angka kecukupan gizi. Dengan adanya menu 3B itu tercukupi gizi mereka," ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun sangat tinggi. Sejak awal pelaksanaan, kata dia, tidak ada penolakan dari warga. Sebaliknya, kehadiran MBG justru dinantikan setiap jadwal distribusi.

Saat ini Posyandu Anggita melayani sekitar 113 penerima manfaat, terdiri dari 31 ibu hamil dan menyusui serta 83 anak balita. Distribusi makanan yang semula dilakukan dua kali dalam seminggu bahkan menjadi momen yang selalu dinanti warga.

Baca juga: Wamen Isyana sebut pentingnya tingkatkan distribusi MBG bagi 3B

"Bahkan ada yang membuat saya terharu, waktu di bulan puasa, mereka menyampaikan itu bisa untuk makan sekeluarga," ucap Yuyun.

Dari sisi kualitas, Yuyun menilai menu yang disediakan sudah sangat baik dan sulit dijangkau oleh sebagian warga jika harus membeli sendiri. Menu seperti daging, ayam, dan telur yang disajikan secara bergantian menjadi nilai lebih dalam pemenuhan gizi.

Khusus untuk ibu hamil dan menyusui, porsi makanan juga diberikan lebih banyak guna memenuhi kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi.

"Kita kalau mau beli daging dua iris itu kan mahal katanya. Alhamdulillah, kalau menu untuk empat iris daging. Menu mereka bagus. Kebanyakan daging sama ayam. Diselipkan sekali-sekali telur," ucapnya.

Ia berharap ke depan Program MBG dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, mengingat masih ada warga yang belum terakomodasi karena keterbatasan kuota.

Baca juga: Mengoptimalkan MBG untuk ibu hamil dan anak usia dini

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |