Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai kekuatan bangsa.
Pria yang akrab disapa Ibas itu menilai bahwa kekuatan bangsa juga terletak pada semangat gotong royong dan saling membantu sesama.
"Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmat, penuh ampunan, dan penuh berkah. Di bulan ini kita belajar untuk terus sabar, ikhlas, dan peduli. Ramadhan mengajarkan kita bahwa kekuatan bangsa ini adalah silaturahmi, kebersamaan,” kata Ibas dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan hal itu dalam rangka silaturahmi bersama masyarakat Dapil VII Jawa Timur dalam kegiatan “Ramadan Demokrat Peduli dan Berbagi”.
Kegiatan tersebut meliputi peninjauan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), peninjauan program irigasi, workshop dan pelatihan terkait ekonomi kreatif, memastikan dapur SPPG berjalan optimal di tiap daerah, bersilaturahmi dengan para kyai dan ulama, hingga penyelenggaraan program mudik gratis bagi masyarakat.
Menurut dia, kegiatan sosial dan silaturahmi seperti ini menjadi wujud nyata kehadiran Partai Demokrat di tengah masyarakat. Mengangkat tema safari Ramadan sebelumnya, “Ramadan Religi Menguatkan Negeri”, dia menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Ini adalah bukti bahwa Demokrat hadir, peduli, berbagi. Demokrat tidak diam, turun langsung, menyapa secara langsung untuk meringankan beban masyarakat. Ini merupakan wujud nyata cinta terhadap tanah air, bukan ucapan tapi karya nyata,” kata dia.
Dia juga menyampaikan bahwa Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono berpesan agar Partai Demokrat harus menjadi partai yang bersih, cerdas, dan peduli.
“Politik adalah tentang pengabdian, tentang membuka jalan untuk membantu rakyat," kata dia.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































