Petugas terapkan sistem buka-tutup rest area di ruas Tol Cipali

3 hours ago 4

Subang (ANTARA) - Petugas menerapkan sistem buka-tutup rest area di sepanjang ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menyusul padatnya kendaraan yang terparkir di sekitar rest area pada H-2 Lebaran atau Kamis.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya di Subang, Jawa Barat, Kamis menyampaikan saat ini arus lalu lintas one way di ruas jalan Tol Cipali secara umum cukup ramai, tapi lancar.

Berdasarkan data periode pukul 00.00 WIB hingga 19.00 WIB, tercatat sekitar 100 ribu kendaraan telah melintasi ruas Tol Cipali, melewati eks Gerbang Tol Cikopo menuju arah Cirebon.

Jumlah kendaraan yang melintas itu sedikit lebih rendah sekitar 2,7 persen dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya, dengan rata-rata volume mencapai sekitar 5.200 kendaraan per jam.

Dari sisi layanan, rest area di ruas Tol Cipali kini diberlakukan sistem buka-tutup secara situasional, menyesuaikan kapasitas parkir dan kondisi di lapangan.

Astra Tol Cipali menyarankan pengguna jalan untuk memanfaatkan gerbang tol terdekat sebagai alternatif tempat beristirahat apabila kapasitas rest area penuh.

Pengguna jalan tidak akan dikenakan biaya tambahan saat keluar dan masuk kembali ke jalan tol. Karena sistem transaksi pada jaringan Tol Trans-Jawa menggunakan sistem tertutup yang menghitung tarif berdasarkan jarak tempuh perjalanan.

Astra Tol Cipali kembali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi fisik dalam keadaan bugar, serta kesiapan kendaraan yang prima (kecukupan BBM, daya listrik, dan saldo uang elektronik).

Baca juga: KCIC siagakan 551 personel pengamanan mobilitas mudik Lebaran 2026

Baca juga: H-2 Lebaran jalur selatan Cianjur mulai dipadati kendaraan pemudik

Baca juga: Jasamarga catat 136.210 kendaraan lintasi Tol MKTT jelang Lebaran 2026

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |