Jakarta (ANTARA) - Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meresmikan Early Warning System (EWS) Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (29/11), sebagai bentuk keseriusan Polri dalam mengutamakan keselamatan publik.
“Early Warning System ini bukan sekadar simbol teknologi, tetapi wujud nyata komitmen Polri dalam melindungi keselamatan jiwa masyarakat. Sistem ini kita hadirkan agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” katanya dilansir dari keterangan dikonfirmasi, Sabtu
Diterangkan Dedi, Polri mencatat terdapat 178 kejadian bencana dalam sepekan terakhir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, hingga letusan gunung berapi.
Dia mengatakan Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menjadi wilayah terdampak terbesar akibat putusnya akses jalan, terisolasinya permukiman, serta menipisnya ketersediaan logistik.
Baca juga: Status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flotim naik Level Awas
Untuk menindaklanjuti situasi tersebut, kata dia, Polri menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai wilayah terdampak.
Khusus di Flores Timur, kata Dedi, EWS dibangun sebagai langkah antisipatif menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang saat ini berstatus Level IV/Awas.
Ia pun menegaskan pentingnya sistem peringatan dini tersebut sebagai garis pertahanan pertama dalam penanggulangan risiko.
“Early Warning System hadir sebagai bagian dari infrastruktur keamanan nasional,” ucapnya.
Diresmikannya EWS ini mendapatkan dukungan dari masyarakat Desa Pululera, Flores Timur. Kepala Desa Pululera Paulus Sony Sang Tukan menilai alat pendeteksi dini ini sangat dibutuhkan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih terjadi dan berpotensi menimbulkan erupsi sewaktu-waktu.
“Kami merasa dengan kehadiran alat ini dapat membantu karena sebagian besar masyarakat memiliki aktivitas usaha tani dan banyak warga yang memiliki lahan di radius enam kilometer dari pusat aktivitas gunung. Desa kami sendiri berada pada radius sekitar tujuh kilometer,” ujarnya.
Adapun peresmian ini juga menjadi bagian dari rangkaian Bakti Sosial Alumni Akpol 1990 Batalyon Dhira Brata sebagai persembahan 35 tahun pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Wakapolri ajak perwira Akpol 1990 lakukan bakti sosial di NTT
Baca juga: Wakapolri: Polri bangun 16 SPPG 3T untuk tingkatkan pelayanan di NTT
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































