Karawang (ANTARA) - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengapresiasi Kepolisian Daerah Jawa Barat atas berbagai inovasi yang dilakukan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
"Berbagai inovasi yang diterapkan oleh Polda Jabar dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia dalam menghadapi Operasi Ketupat," kata Wakapolri saat mengecek langsung Pos Terpadu KM 57 jalan Tol Jakarta-Cikampek wilayah Karawang, Sabtu.
Ia mengatakan langkah-langkah yang diambil Polda Jawa Barat menunjukkan kesiapan dan kreativitas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, mulai dari kesiapan posko terpadu, sistem pemantauan arus kendaraan, hingga koordinasi antar-instansi yang berjalan dengan baik.
Disebutkan, strategi yang dilakukan tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga mengedepankan pelayanan humanis kepada para pemudik.
Terdapat lima inovasi yang dihadirkan Polda Jabar dalam mendukung layanan 110 dengan melakukan pemasangan spanduk Call Center 110 secara masif di seluruh Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), Pos Terpadu, serta di berbagai titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jabar.
Selain itu, Polda Jabar juga menghadirkan Hotline Mudik Polda Jabar yang menyediakan berbagai informasi penting bagi pemudik, seperti update arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, akses CCTV lalu lintas di Kota Bandung dan jalur tol, informasi lokasi Posko Ketupat Lodaya 2026, hingga informasi BBM dan bengkel mobile.
Polda Jabar juga menyediakan berbagai fasilitas layanan mudik di pos-pos pengamanan dan pelayanan untuk membantu masyarakat selama perjalanan.
Bagi masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan gratis di kantor kepolisian.
Di sisi lain, seluruh Polres di wilayah Polda Jabar juga mendirikan pos tematik yang memberikan pelayanan khusus sesuai kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing, serta menghadirkan program layanan mudik gratis bagi masyarakat.
Inovasi lainnya adalah kehadiran Motor Senyum Polda Jabar, yaitu tim pengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur tol, arteri, maupun kawasan objek wisata.
Tim ini tidak hanya membantu mengurai kemacetan, tetapi juga memberikan pelayanan tambahan kepada masyarakat, seperti membagikan takjil saat waktu berbuka puasa, menyalurkan BBM bagi kendaraan yang kehabisan bahan bakar, serta mengantar montir apabila terdapat kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan.
Baca juga: Polda Jabar terjunkan 26 ribu personel kawal arus mudik Lebaran
Baca juga: Hari pertama mudik, 75.000 kendaraan melintasi Tol Cikampek
Baca juga: Wakapolri imbau pemudik hubungi 110 jika alami gangguan keamanan
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026


















































