Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Kabupaten Wajo menerima bantuan program jaringan gas 4.000 sambungan rumah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Jumat, menyampaikan apresiasinya kepada Dirjen Migas yang telah memfasilitasi kerja sama tersebut.
Ia menilai program jaringan gas rumah tangga sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk di Kabupaten Wajo yang sudah merasakan langsung manfaat distribusi gas bumi.
Baca juga: Kementerian ESDM akan bangun jargas di 15 kabupaten pada 2025 dan 2026
“Alhamdulillah, Kabupaten Wajo mendapatkan jatah tambahan 4.000 sambungan rumah penerima manfaat jaringan gas alam rumah tangga gratis dari Kementerian ESDM," katanya saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dengan 15 pemerintah kabupaten/kota.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan Ditjen Migas untuk memperluas akses energi ramah lingkungan di daerah penghasil migas.
“Insya Allah dengan adanya program seperti ini, kabupaten/kota penghasil migas ke depan bisa semakin menikmati manfaatnya sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Andi Sudirman berharap program distribusi gas bumi terus berlanjut dan semakin banyak daerah di Sulawesi Selatan yang dapat merasakannya.
“Fasilitas seperti inilah yang kami butuhkan. Dengan komunikasi yang baik, persoalan daerah akan lebih mudah diselesaikan. Kami di daerah selalu menunggu arahan dan undangan dari Kementerian ESDM untuk bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.
Baca juga: PGN catat lebih dari 815 ribu rumah tersambung jaringan gas per 2024
Baca juga: RGAS menargetkan 135.000 sambungan jargas rumah tangga di 2025
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengapresiasi kehadiran para kepala daerah, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan.
“Mari sama-sama kita mewujudkan gas, yang merupakan sumber daya alam kita, untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat serta memberikan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di wilayah tersebut,” katanya.
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































