Usai Trump kritik Ford, GM fokus kembangkan baterai di AS

5 hours ago 2

Amerika Serikat (ANTARA) - Beberapa hari setelah pemerintahan Trump mengkritik Ford karena menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan China, termasuk produsen baterai CATL, General Motors (GM) mengatakan pihaknya tengah memastikan sel baterai generasi berikutnya didukung rantai pasok domestik yang kuat, bukan bergantung pada sumber dari luar negeri.

Laman Carscoops, Selasa (15/9) waktu setempat, melaporkan salah satu fokus GM dalam pengembangan baterai domestik adalah sel yang akan digunakan untuk sistem penyimpanan energi, termasuk untuk pusat data, bisnis lainnya, dan rumah.

“Kami sedang mengembangkan rantai pasok sehingga dua tahun dari sekarang, tiga tahun dari sekarang, rantai pasok tersebut akan berasal dari dalam negeri,” kata Wakil Presiden GM untuk bidang baterai dan keberlanjutan, Kurt Kelty.

Juru bicara perusahaan menambahkan bahwa GM akan memprioritaskan produksi sel baterai secara lokal untuk kendaraan listrik yang akan diluncurkan perusahaan.

Baca juga: Trump: Mobil China boleh masuk jika diproduksi di AS

Pemerintah federal AS sebelumnya mengkritik Ford karena melisensikan teknologi baterai dari raksasa baterai asal Tiongkok, CATL, untuk digunakan pada sistem penyimpanan energi.

Sebagai pembanding, GM bekerja sama dengan perusahaan asal Denver, AS, yakni Peak Energy, untuk mengembangkan sel baterai natrium-ion (sodium-ion) canggih untuk penyimpanan energi.

Kerja sama tersebut memungkinkan GM mengurangi ketergantungannya pada China untuk material seperti litium dan ferrous sulfate, dengan beralih ke material yang lebih banyak tersedia di AS, termasuk natrium yang berasal dari soda ash.

Sel baterai baru yang dikembangkan bersama Peak Energy tersebut dapat mulai digunakan paling cepat pada 2029.

“Ini merupakan cerita yang sangat bagus, karena Anda memiliki sumber daya di AS yang memungkinkan semuanya tetap sepenuhnya domestik. Dibutuhkan waktu untuk membangun industri ini, tetapi potensi natrium-ion jauh lebih besar dibandingkan LFP (Lithium Ferro-Phosphate)," ujar Kelty.

Kelty optimistis terhadap masa depan sel baterai natrium-ion sehingga ia meyakini pengembangannya dapat memungkinkan GM melampaui beberapa teknologi baterai paling canggih yang saat ini dikembangkan di China.

Baca juga: Chevrolet akan menghentikan penjualan mobil baru di pasar China

Baca juga: GM akan hadirkan asisten virtual berbasis AI di mobil pada 2026

Baca juga: GM hentikan ekspor mobil buatan AS ke China akibat perang tarif

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |