Pemkab Sambas jadikan Malaysia pasar produk perikanan

1 hour ago 2

Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sambas Hendy Wijaya mengatakan, Pemkab Sambas, Kalimantan Barat, terus memaksimalkan potensi perikanan yang ada di daerah mereka dengan menjadikan Malaysia sebagai salah satu pasar utama produk perikanan.

"Sambas memiliki garis pantai sekitar 198,76 km dan berbatasan dengan Laut Natuna serta wilayah Sarawak, Malaysia. Kondisi ini menjadikan wilayah pesisirnya strategis untuk penangkapan ikan dan perdagangan hasil laut," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Sambas Hendy Wijaya dalam keterangannya yang diterima di Pontianak, Rabu.

Dia mengatakan, rata-rata potensi lestari komoditas pelagis besar (tongkol, tenggiri) dan pelagis kecil/demersal (kembang, bawal, kakap merah, kerapu) sangat melimpah. Produksi perikanan tangkap yang terdata melalui Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat rutin melampaui 11.000 ton per tahun.

Selain itu, perairan Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat juga menyimpan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi, termasuk ubur-ubur yang mampu menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah setiap musim.

Baca juga: Menko Pangan: 6.000 hektare tambak Pantura Jawa siap direvitalisasi

Hendy Wijaya menuturkan ubur-ubur menjadi salah satu potensi unggulan Temajuk yang melimpah setiap Maret hingga Mei.

Menurut dia, satu kilang atau pengumpul rata-rata mampu menghasilkan 40 ton hingga 60 ton ubur-ubur setiap musim, dengan perkiraan omzet mencapai Rp600 juta hingga Rp700 juta.

"Hasil ubur-ubur selain dipasarkan ke Pulau Jawa, juga dikirim ke Malaysia dan Taiwan dengan harga jual sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram," katanya.

Selain ubur-ubur, perairan Temajuk juga memiliki lobster dengan beragam jenis, antara lain lobster pasir, pakistan, mutiara dan batu. Komoditas laut lainnya meliputi kepah, tengkuyung, kepiting, remis laut dan gurita.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |