JK: Pemulihan pascabencana di Sumatera perlu dilakukan bersama

1 hour ago 2
bencana yang melanda Sumatera, yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2025 lalu tidak hanya disebabkan oleh alam, tetapi karena kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Muhammad Jusuf Kalla (JK) memandang pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera, dapat dicapai secara maksimal apabila dilakukan bersama-sama dengan melibatkan beragam pihak.

"(Pemulihan) Bukan hanya (dilakukan) pusat (pemerintah pusat). Pemerintah pusat memang harus membantu, tapi pemerintah daerah, masyarakat sendiri juga harus bersama-sama," kata JK kepada wartawan, saat ditemui usai menghadiri Kick Off Meeting Task Force Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, di Jakarta, Rabu.

JK mengingatkan bencana yang melanda Sumatera, yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2025 lalu tidak hanya disebabkan oleh alam, tetapi karena kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia.

"Ini sebabnya karena kerusakan lingkungan. Dia air yang datang langsung masuk, keluar. Kalau dulu tertahan di hutan, sekarang hutannya rusak bawa kayu macam-macam," ujar Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu.

Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan stimulan sebesar Rp703,01 miliar untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak pascabencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan penyaluran dana stimulan tersebut difokuskan untuk perbaikan rumah rusak sedang dan ringan guna mengejar target pemulihan pascabencana di Pulau Sumatera.

"Progres transfer bantuan stimulan di tiga provinsi mencapai Rp703,01 miliar, dengan rincian untuk Provinsi Aceh sebesar Rp621,21 miliar, Sumatra Utara Rp62,03 miliar, dan Sumatra Barat Rp19,77 miliar," kata dia.

Selain bantuan stimulan rumah rusak, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal permanen.

Dari total 27.809 unit usulan huntap, sebanyak 14.897 unit telah selesai penilaian dan siap dibangun, di mana 1.055 unit di antaranya telah memasuki tahap fisik dengan rincian 841 unit rampung dikerjakan dan 214 unit dalam proses penyelesaian.

Baca juga: BRIN siapkan kajian risiko untuk dukung rekonstruksi Sumatera

Baca juga: Kementerian PU pulihkan permanen tiga jembatan pascabencana Aceh

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |