Bahlil sebut revisi RKAB Vale Indonesia jadi atensi untuk dituntaskan

1 hour ago 2
Akan menjadi atensi saya untuk bisa kita tuntaskan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Vale Indonesia Tbk menjadi atensi untuk dituntaskan oleh kementerian.

“Akan menjadi atensi saya untuk bisa kita tuntaskan,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu.

Bahlil menegaskan bahwa tidak ada kuota produksi dalam RKAB perusahaan pelat merah yang dipangkas oleh pemerintah. Ia merujuk pada RKAB untuk PT Bukit Asam dan PT Antam yang telah disetujui oleh pemerintah.

Kuota produksi Vale Indonesia, tutur dia, juga termasuk yang tidak dipotong oleh pemerintah.

“Vale itu bukan dipotong. Kami kasih (kuota produksi), tetapi dia minta tambah,” ujar Bahlil.

Bahlil menyampaikan pemerintah telah menyetujui RKAB tahap pertama Vale Indonesia. Akan tetapi, Bahlil menyampaikan Vale Indonesia mengajukan revisi RKAB dan meminta tambahan kuota produksi.

“Kami memberikan tambah itu sesuai kinerja. Kalau kinerjanya bagus, kami kasih bagus. RKAB sekali lagi akan saya tuntaskan, menyangkut dengan Vale. Tetapi kinerja juga harus diperbaiki,” kata Bahlil.

Baca juga: Bahlil jamin kuota produksi batu bara cukup untuk kelistrikan nasional

Baca juga: Bahlil siapkan pembangkit pengganti PLTA Sulsel yang terdampak El Nino

Pada awal 2026, Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto meminta dukungan Komisi XII DPR RI terkait kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) karena porsi yang disetujui dinilai berisiko mengganggu pemenuhan pasokan bijih untuk tiga proyek Teknologi Pelindian Asam Bertekanan Tinggi (HPAL).

Ia mengatakan PT Vale telah mengantongi persetujuan RKAB, namun volume yang diberikan belum sebanding dengan kebutuhan untuk memenuhi komitmen suplai ke proyek hilirisasi yang sedang berjalan di Pomalaa, Morowali dan Sorowako.

“Saat ini kami sudah memperoleh persetujuan RKAB. Namun demikian kuota yang diberikan kepada PT Vale sekitar 30 persen dari apa yang kami minta,” kata Bernardus.

Kemudian, setelah masa pengajuan revisi RKAB rampung dilakukan pada 1–31 Juli 2026, tepatnya dalam temu media pada Agustus 2026, Budiawansyah yang saat itu menjabat sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale menyampaikan perseroan telah menyiapkan pasokan bijih untuk kebutuhan smelter perseroan.

Budiawansyah juga mengatakan akan memanfaatkan kuota yang diberikan oleh pemerintah pada awal tahun secara maksimal untuk operasional smelter.

Baca juga: Bahlil siapkan aturan distribusi pertalite-biosolar agar tepat sasaran

Baca juga: Vale pacu hilirisasi lewat pertumbuhan multiwilayah

Baca juga: Vale: Prospek nikel masih solid seiring perkembangan AI hingga eVTOL

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |