UNICEF sebut pentingnya integrasi sekolah-layanan kesehatan mental

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - UNICEF menyebut pentingnya mengintegrasikan sekolah dengan sistem layanan kesehatan mental untuk mengenali tanda-tanda stres pada anak, sehingga kejadian anak bunuh diri seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terulang kembali.

Perwakilan UNICEF di Indonesia Maniza Zaman dalam acara pengukuhan Duta Nasional UNICEF di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya selama ini telah berkolaborasi lintas pihak, termasuk bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melatih tenaga profesional agar memberikan layanan konseling di sekolah.

Baca juga: Respons anak bunuh diri di NTT, Menkes siapkan layanan psikologi

"UNICEF mengintegrasikan isu kesehatan mental dalam berbagai program lintas kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemendikdasmen. Kami mendorong penguatan sistem layanan kesehatan mental melalui pelatihan tenaga profesional, pengembangan layanan konseling di sekolah, serta peningkatan kapasitas guru untuk mengenali tanda-tanda stres pada anak," katanya.

Maniza menekankan peran UNICEF terbatas pada memberikan rekomendasi, riset, dan praktik baik dari berbagai negara, sedangkan keputusan dan implementasi kebijakan tetap berada di tangan pemerintah. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama untuk menghapus kekerasan pada anak.

Selain memberikan perlindungan di dunia nyata, UNICEF juga menegaskan pentingnya perlindungan di dunia digital. Meski digitalisasi membawa manfaat, dunia digital juga rentan terhadap ancaman anak, seperti perundungan online dan eksploitasi seksual daring. Dampak trauma dari kekerasan online bisa sangat panjang, karena jejak digital sulit dihapus.

"UNICEF bekerja sama dengan pemerintah, penyedia layanan internet, dan berbagai aktor lain untuk memperkuat regulasi, meningkatkan literasi digital, serta mengedukasi anak, orang tua, dan pengasuh agar mampu menciptakan lingkungan digital yang aman," ujar dia.

Sementara itu, Duta Nasional UNICEF, Cinta Laura Kiehl menyampaikan pentingnya kolaborasi antar-lembaga untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak di Indonesia.

Baca juga: Solusi psikologis bagi kesehatan mental

Baca juga: Layanan kesehatan mental digital-tatap muka DKI harus diperkuat

"Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri untuk mengatasi hal ini. Selain peran saya sebagai National Ambassador UNICEF, saya juga menjalankan yayasan dan gerakan pribadi, serta bekerja sama dengan berbagai institusi di bidang kesehatan mental, pendidikan, dan perlindungan anak, karena untuk menegakkan perlindungan anak, kita juga perlu mengedukasi orang tua dan pendidik, serta meningkatkan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan pendidikan di sekolah," tuturnya.

Cinta menegaskan hanya dengan kolaborasi, seluruh pihak bisa mewujudkan tujuan dan mimpi untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |