Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Ahmad Heryawan menekankan pentingnya revitalisasi infrastruktur Kabupaten Cilacap demi menarik wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang dan menikmati keindahan alam pariwisata di wilayah Jawa Tengah Selatan (Jasela).
"Hal terpenting untuk memajukan Cilacap sebagai pemicu kemajuan kawasan Jasela adalah pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang memadai diperlukan agar potensi pariwisata Cilacap dapat berkembang serta mempermudah pergerakan orang dan barang," kata Heryawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan Heryawan usai memimpin Festival Aspirasi BAM DPR RI di Jawa Tengah, Cilacap.
Ia pun melanjutkan seindah apa pun potensi wisata Cilacap dan Jawa Tengah bagian Selatan tentunya wisatawan tidak akan datang tanpa kemudahan akses.
Oleh sebab itu, perbaikan infrastruktur menjadi kunci untuk mempermudah pergerakan manusia menuju wilayah tersebut.
"Infrastruktur yang ada saat ini sudah cukup baik, namun belum mampu menampung lonjakan kendaraan pada hari-hari tertentu seperti hari raya dan tahun baru. Karena itu, diperlukan infrastruktur yang lebih lebar dan memadai. Pembangunan jalan tol diharapkan dapat dipercepat baik dari arah timur (Yogyakarta), barat (Bandung-Tasikmalaya-Ciamis-Pangandaran), maupun dari utara melalui Pejagan dan jalur Pantura menuju Cilacap," jelasnya.
Pada kesempatan sama, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyambut baik kehadiran BAM DPR RI yang menyerap langsung aspirasi masyarakat se-Kabupaten Cilacap.
Dia berharap forum tersebut bisa mempercepat pembangunan daerah khususnya di wilayah Jasela.
"Banyak aspirasi disampaikan oleh para penanya, mulai dari pengembangan potensi daerah hingga berbagai persoalan umum. Aspirasi yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah akan kami tindak lanjuti secara bertahap, sementara yang berada dalam kewenangan pemerintah pusat kami berharap dapat dicatat oleh BAM dan didorong agar segera ditindaklanjuti," tutur Auliya.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































