Trenggalek berangkatkan sembilan pemuda kuliah gratis ke Korea Selatan

2 hours ago 3

Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memberangkatkan sembilan pemuda asal daerah setempat untuk mengikuti program kuliah diploma dua (D2) secara gratis di University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan, sebagai bagian dari kerja sama pendidikan dan penyiapan tenaga kerja global.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Selasa, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Pemkab Trenggalek dan University of Gyeongnam Namhae.

Kerja sama itu tidak hanya memfasilitasi pendidikan, tetapi juga membuka peluang penempatan kerja setelah lulus.

"Hari ini kami melepas sembilan putra-putri terbaik Trenggalek yang lolos seleksi untuk kuliah D2 di University of Gyeongnam Namhae," kata Mochamad Nur Arifin saat pelepasan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

Ia menjelaskan para peserta dijadwalkan berangkat ke Korea Selatan pada awal Maret setelah menyelesaikan pelatihan bahasa dan tahapan seleksi akademik.

Baca juga: Legislator siapkan beasiswa kuliah gratis bagi pemuda Jakut

Program studi yang diikuti antara lain teknik permesinan dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Nur Arifin, dari total 16 peserta asal Indonesia yang diberangkatkan melalui skema tersebut, sembilan di antaranya berasal dari Trenggalek.

Salah satu peserta, Arya Bayu Adi Permana bahkan meraih nilai terbaik dalam seleksi dan mendapatkan penilaian positif dari pihak universitas di Korea Selatan.

"Ini membanggakan karena menunjukkan anak-anak Trenggalek mampu bersaing secara global," ujarnya.

Pemkab Trenggalek, lanjut dia, saat ini masih memberikan fasilitas program secara penuh tanpa biaya.

Ke depan, pemerintah daerah membuka opsi skema subsidi agar jangkauan program semakin luas, termasuk dukungan pembiayaan yang dapat dicicil setelah peserta memperoleh pekerjaan.

Baca juga: Panduan lengkap beasiswa GKS Korea 2025 untuk S1, S2, dan S3

Nur Arifin menilai wilayah Gyeongnam Namhae memiliki karakter geografis yang relatif mirip dengan Trenggalek, sehingga diharapkan peserta dapat beradaptasi dengan lebih baik sekaligus membawa pengalaman dan pengetahuan untuk pembangunan daerah di masa depan.

"Saya titip pesan agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Belajar dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh, lalu suatu saat kembali memberi manfaat bagi Trenggalek," katanya.

Salah satu peserta, Arya Bayu Adi Permana, lulusan SMKN 1 Trenggalek asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, mengaku tidak menyangka dapat terpilih sebagai peserta terbaik.

Ia menyebut proses persiapan dilakukan melalui pelatihan bahasa Korea selama sekitar empat bulan sebelum mengikuti ujian dan pengurusan dokumen keberangkatan.

"Seluruh prosesnya difasilitasi dan gratis. Ini kesempatan besar bagi kami," ujarnya.

Manfaat program juga dirasakan keluarga peserta. Sulam, warga Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko, mengaku bersyukur anaknya dapat mengikuti program tersebut tanpa harus menanggung biaya besar.

"Kalau biaya sendiri kami tidak mampu. Program ini sangat membantu dan memberi harapan," katanya.

Baca juga: Kaltim evaluasi kuliah gratis yang telah jangkau 24 ribu mahasiswa

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |