Uni Eropa harus dukung sektor energi di tengah konflik Timur Tengah

5 hours ago 2

Moskow (ANTARA) - Uni Eropa (UE) harus siap memberikan dukungan tambahan terhadap sektor energi negara-negara anggotanya jika situasi di Timur Tengah semakin memburuk, kata Komisioner Eropa untuk Energi Dan Joergensen.

"Kami, di Uni Eropa, tidak bergantung pada pasokan bahan bakar, baik gas maupun minyak, dari wilayah tersebut. Jadi, kami tidak memiliki masalah terkait keamanan pasokan, tetapi kami memiliki masalah harga ketika harga pasar dunia naik," kata Joergensen kepada wartawan sebelum pertemuan menteri luar negeri UE di Brussel, Senin.

"Tentu saja, itu juga berpengaruh bagi kami. Kami juga perlu bersiap karena situasi ini dapat meningkat lebih jauh dan kami perlu menerapkan langkah-langkah jangka pendek untuk membantu negara-negara anggota dalam situasi tersebut," katanya, menambahkan.

Pada Maret, harga energi melonjak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pengiriman melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari 2026.

Agresi militer AS dan sekutu terdekatnya di Timur Tengah itu tidak hanya menyebabkan kerusakan tetapi juga korban jiwa warga sipil.

Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

Selat Hormuz merupakan jalur utama untuk memasok minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang menyumbang sekitar 20 persen dari perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Prospek industri zona Euro suram karena risiko energi kembali muncul

Baca juga: Eropa akan percepat pengembangan energi angin di Laut Utara

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |