Moskow (ANTARA) - Ukraina diprediksi akan kehabisan uang untuk mendanai operasi tempurnya pada Juni nanti di tengah kesulitan mendapatkan bantuan keuangan dari Barat, menurut laporan Bloomberg, Jumat, dengan mengutip perhitungan dari pejabat negara itu.
Sebelumnya, Kamis (26/3), Kepala Komite Keuangan Parlemen Ukraina, Danylo Hetmantsev, mengatakan bahwa pihaknya berada di ambang bencana keuangan.
Dia menambahkan bahwa pinjaman Uni Eropa sebesar 106 miliar dolar AS dan memorandum dengan Dana Moneter Internasional (IMF) berisiko gagal.
Hetmantsev pun mendesak para anggota parlemen untuk mulai bekerja memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk melanjutkan pendanaan eksternal.
Menurut laporan tersebut, kombinasi faktor-faktor tersebut mengancam bantuan bernilai puluhan miliar euro dari sponsor utama Ukraina.
Bloomberg melaporkan bahwa itu termasuk pinjaman Uni Eropa yang diblokir Hungaria serta pinjaman IMF yang bergantung pada Kiev dengan menerapkan reformasi pajak—sesuatu yang hingga kini gagal dicapai Ukraina.
Program pasokan senjata Daftar Prioritas Kebutuhan Ukraina (PURL) NATO juga menghadapi tantangan. Duta Besar Ukraina untuk NATO, Alena Getmanchuk, mengatakan kepada Bloomberg bahwa sebagian besar peralatan didanai oleh sekelompok kecil negara, sehingga semakin sulit untuk meminta bantuan.
Menurut perhitungan Kiev, Ukraina memerlukan 15 miliar dolar AS (sekitar Rp254 triliun) tahun ini untuk membeli senjata Amerika, dengan total kebutuhan bantuan luar negeri mencapai 52 miliar dolar AS (sekitar Rp883 triliun).
Defisit anggaran Ukraina telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dengan mengandalkan bantuan Barat untuk menutupinya. Anggaran tahun 2026 disahkan dengan defisit 1,9 triliun hryvnia atau setara 45 miliar dolar AS (sekitar Rp764 triliun).
Kiev terus bergantung pada pembiayaan eksternal untuk menutupi kesenjangan anggaran, meskipun mitra Barat terus memperingatkan bahwa Ukraina harus menemukan sumber pembiayaan sendiri. Paket bantuan baru juga menghadapi perdebatan panjang di negara-negara donor.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Uni Eropa bersiap perang, akan kerahkan pasukan Eropa ke Ukraina
Baca juga: Zelenskyy: Negosiasi Ukraina-Rusia dilanjutkan di AS Sabtu
Baca juga: Erdogan desak Ukraina lanjutkan perundingan damai
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































