AS tunda deportasi warga Iran akibat konflik militer di Timur Tengah

3 hours ago 3

Washington (ANTARA) - Operasi militer melawan Iran telah mengganggu upaya AS untuk mendeportasi migran Iran, demikian dilaporkan media Politico pada Jumat.

Hubungan yang tegang antara Washington dan Teheran telah lama mempersulit deportasi ke Iran. Meskipun demikian, beberapa penerbangan semacam itu telah dilakukan sejak akhir tahun lalu, kata laporan itu.

Namun, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam dokumen pengadilan bahwa penerbangan carter yang dijadwalkan untuk pekan ini dibatalkan karena penerbangan deportasi ke Iran telah ditangguhkan sementara karena konflik militer yang sedang berlangsung, tambah media tersebut.

Hakim federal sekarang sedang mempertimbangkan apakah tahanan Iran yang ditahan oleh ICE memiliki prospek untuk dideportasi dalam waktu dekat.

Jika tidak, pengadilan dapat mulai membebaskan mereka dari tahanan imigrasi atau mengizinkan mereka untuk meminta pembebasan melalui sidang jaminan, kata laporan itu.

Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan kepada media tersebut bahwa mereka akan mendeportasi siapa pun yang tidak memiliki hak hukum untuk tinggal di Amerika Serikat.

"Kami akan terus menggunakan semua opsi hukum untuk mendeportasi imigran ilegal," demikian pernyataan departemen tersebut yang dikutip oleh surat kabar.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran menanggapinya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Sementara pada hari pelantikannya sebagai presiden ke-47, Trump berjanji untuk segera menghentikan imigrasi ilegal dan memulai deportasi massal dari Amerika Serikat. Ia juga menyatakan keadaan darurat nasional untuk mengatasi krisis perbatasan AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

​​​​​​​Baca juga: Laporan: AS tembakkan 850 rudal Tomahawk ke Iran, stok senjata menipis

Baca juga: Trump klaim Iran izinkan 10 kapal minyak lintasi Selat Hormuz

Baca juga: AS ancam akan lancarkan serangan dahsyat terhadap Iran

Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |