Moskow (ANTARA) - Pusat kebudayaan Rusia, Russian House, di Praha diserang bom molotov pada Kamis (27/3) karena tingginya aktivitas dan sering menggelar acara, kata direktur pusat kebudayaan itu, Igor Girenko, kepada RIA Novosti, Jumat.
Kedutaan Besar Rusia di Republik Ceko mengatakan sejumlah orang tak dikenal menyerang gedung Russian House pada Kamis malam dengan menggunakan enam bom molotov.
Tiga bom meledak di luar dan merusak muka gedung; sementara yang lain dilemparkan ke perpustakaan di lantai dua, di mana tidak ada yang meledak. Polisi Praha menyelidiki serangan tersebut dan mencari para pelakunya.
"Serangan terhadap pusat kebudayaan Rusia tadi malam adalah akibat dari peningkatan aktivitas kami di Republik Ceko," kata Girenko.
Dia menambahkan Russian House secara rutin menyelenggarakan banyak acara, setidaknya dua acara tiap pekan.
"Kami tetap menghadirkan media sosial kami yang aktif. Kami telah meluncurkan tiga saluran Telegram dalam Bahasa Ceko, Rusia, dan Inggris. Jumlah pelanggan terus bertambah," kata Girenko.
Pusat kebudayaan tersebut belum memutuskan apakah akan membatalkan acara yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat sebagai bagian dari Hari Kebudayaan Rusia di Republik Ceko.
"Kami juga mempertimbangkan aspek keamanan bagi para tamu, penonton, dan staf kami," katanya.
Girenko tak menampik kemungkinan bahwa beberapa "pembenci yang terpinggirkan" mungkin akan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Bom mobil di Moskow tewaskan jenderal senior Rusia
Baca juga: Dinas Kemanan Rusia berhasil melumpuhkan pelaku bom rakitan di Moskow
Baca juga: Rusia: Pernyataan Israel soal nuklir timbulkan banyak pertanyaan
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































