Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai saat ini, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) di Jakarta perlu ditambah untuk menurunkan angka pengangguran, terutama mengingat PPKD dalam setahun baru melatih 700-1.000 warga.
"Kapasitasnya masih belum cukup, paling satu tahun bisa 700 sampai 1.000-an orang yang dilatih, sementara yang mendaftar sudah 5.000 lebih," kata Khoirudin di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pengangguran di Jakarta masih menjadi permasalahan yang belum dapat diatasi secara maksimal, sehingga memicu masalah tawuran di mana-mana.
Oleh karena itu, Khoirudin mengatakan pihaknya telah mendatangi sekaligus memonitor PPKD untuk mengetahui perkembangan pusat pelatihan kerja.
Dia menjelaskan jenis pelatihan kerja di PPKD saat ini sangat beragam, di antaranya pelatihan las, otomotif, bahasa, dan lain sebagainya. Bahkan, PPKD sudah memiliki 10 jurusan dengan 24 program pelatihan.
"Kalau warga Jakarta yang nganggur turun 50 persen, ekonomi akan naik. Karena pengangguran terlalu banyak, sehingga tawuran di mana-mana," ujar Khoirudin.
Dia menambahkan keberadaan PPKD juga membantu perusahaan dalam hal pendidikan calon pekerja, karena mereka yang telah lulus di PPKD dipastikan memiliki kemampuan pada bidangnya masing-masing.
Dia pun menegaskan pada rapat Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RPKD), pihaknya meminta agar anggaran untuk PPKD ditambah.
"Agar masyarakat betul-betul merasakan langsung dampak anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah," ungkap Khoirudin.
Baca juga: PPKD latih perempuan di Jakarta Utara jadi pengusaha tata boga
Baca juga: PPKD Jakbar hadirkan delapan perusahaan dalam Creatifest 2025
Baca juga: PPKD Jakbar gelar pelatihan Bahasa Mandarin tambah keterampilan warga
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































