Trump desak China hingga Prancis kirim kapal perang ke Selat Hormuz

3 hours ago 2
Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyerukan supaya China, Prancis, hingga negara-negara lainnya mengirimkan kapal tempur mereka ke Selat Hormuz demi memastikan tetap terbukanya perairan tersebut untuk pelayaran internasional.

"Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana sehingga Selat Hormuz tak akan lagi menjadi ancaman bagi sebuah negara yang telah sepenuhnya dihancurkan," kata Trump melalui Truth Social.

Trump juga bersumpah akan terus menjatuhkan bom di pesisir Iran dan "terus-menerus menembaki kapal-kapal dan perahu-perahu Iran".

Baca juga: Jepang-AS bahas kerja sama keamanan energi saat penutupan Selat Hormuz

Baca juga: Italia tidak negosiasi dengan Iran soal perlintasan di Selat Hormuz

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan AS demi menjamin pelayaran yang aman dan bebas di Selat Hormuz.

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seantero Timur Tengah.

Baca juga: Dubes Iran: Selat Hormuz dibuka untuk negara yang patuhi protokol

Baca juga: Iran izinkan kapal-kapal India lewati Selat Hormuz dengan aman

Eskalasi yang terjadi di Iran telah memicu blokade "de facto" atas Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran yang penting bagi pengiriman minyak dan gas LPG dari negara-negara di Teluk Persia ke pasar dunia.

Gangguan pelayaran tersebut juga berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan Teluk.

Sumber: Sputnik

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |