Tren pistachio kunafa dorong inovasi oleh-oleh Malang

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Tren cita rasa pistachio kunafa yang tengah populer mendorong produsen oleh-oleh legendaris Pia Cap Mangkok menghadirkan kembali varian pia pistachio kunafa edisi spesial selama bulan Ramadhan 2026 di Malang, Jawa Timur.

Direktur Pia Cap Mangkok Eunike Christian mengatakan varian tersebut dihadirkan sebagai respons terhadap tren rasa Timur Tengah yang sedang digemari sekaligus upaya menjaga relevansi produk pia yang telah menjadi oleh-oleh khas Malang sejak 1959.

“Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah,” ujar Eunike dalam keterangannya pada Sabtu.

Baca juga: Bika bakar, kuliner langka khas Minang

Ia menjelaskan, varian pistachio kunafa dirancang sebagai edisi modern terbatas yang memadukan karakter pia legendaris dengan cita rasa pistachio dan kunafa yang tengah populer secara global. Inovasi tersebut juga diharapkan dapat menjembatani selera lintas generasi, dari pelanggan lama hingga generasi muda.

Selama lebih dari 65 tahun, Pia Cap Mangkok dikenal sebagai bagian dari tradisi wisata ke Malang. Bagi wisatawan, membawa pulang pia tidak hanya sebagai oleh-oleh, tetapi juga sebagai simbol pengalaman berkunjung ke kota tersebut.

Perusahaan juga mempertahankan konsep eksklusivitas produknya dengan tidak melakukan ekspansi distribusi secara luas. Produk pia tersebut hanya dapat diperoleh langsung di Malang sehingga memperkuat nilai autentisitasnya sebagai oleh-oleh khas daerah.

Melalui peluncuran kembali varian pistachio kunafa tersebut, perusahaan berharap dapat memperkuat posisinya sebagai ikon kuliner Malang sekaligus menunjukkan bahwa produk warisan kuliner dapat terus berkembang mengikuti tren tanpa kehilangan identitas aslinya.

Baca juga: 5 kuliner unik Kepulauan Seribu dengan nama yang bikin penasaran

Baca juga: 10 kuliner khas Belitung yang wajib dicoba saat liburan

Baca juga: Makanan yang harus Anda coba saat berkunjung ke Batam

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |