Lubuk Basung (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat menyalurkan sebanyak 500 paket berupa bahan kebutuhan pokok dan kompor kepada warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Bantuan 500 paket tersebut diserahkan oleh Staf Ahli TP PKK Pusat Ny Yane Bima Arya, beserta rombongan TP PKK Pusat di Kecamatan Tanjung Raya.
"Kunjungan TP PKK Pusat hadir ke daerah ini untuk menyerahkan bantuan bagi saudara-saudara kami yang terkena dampak bencana alam di Agam," kata Ny Yane Bima Arya di Lubuk Basung, Jumat.
Ia mengatakan bantuan yang diserahkan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap kondisi warga di daerah tersebut.
"Kami hadir disini juga merasakan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi, semoga bantuan ini bisa menjadi semangat memasuki Ramadhan," katanya.
Sementara Ketua TP PKK Sumbar Ny Harneli Mahyeldi mengucapkan terimakasih atas bantuan dari TP PKK Kemendagri RI untuk warga di Kabupaten Agam.
"Semoga ini dapat bermanfaat untuk meringankan beban warga terdampak bencana," katanya.
Ia mengatakan bencana melanda kabupaten dan kota di Sumbar, mengakibatkan ratusan warga meninggal dunia, rumah rusak, lahan pertanian rusak dan infrastruktur. Bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir itu membawa duka yang mendalam bagi warga.
“Walaupun terjadi musibah kita tetap harus bersyukur kepada Allah SWT, dan kejadian ini sangat luar biasa, mudah- mudahan musibah ini segera berakhir” katanya.
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Agam Setda Agam Yunilson menambahkan di tengah upaya pemulihan, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang luar biasa dari TP-PKK Pusat.
“Bantuan yang disalurkan 500 paket bantuan berupa bahan kebutuhan pokok dan kompor dalam kegiatan pada 5 dan 6 Februari 2026," katanya.
Bencana melanda Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan 166 orang meninggal dunia, korban hilang 36 orang, serta korban mengungsi 2.497 orang, ribuan rumah rusak dan lainnya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































