KOI jemput bola arahkan atlet Indonesia raih pendidikan global

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengungkapkan telah menjalankan Indonesia Student Athlete Program selama sekitar satu setengah tahun terakhir guna membantu atlet nasional melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri sebagai bagian dari persiapan masa depan setelah pensiun dari dunia olahraga.

Anggota Komite Eksekutif KOI Josephine Tampubolon mengatakan program itu diluncurkan setelah pihaknya melihat masih banyak atlet yang belum menjadikan pendidikan sebagai prioritas.

“Di akhir 2024 kami melihat banyak atlet yang sekolahnya belum jadi prioritas. Ketika mereka selesai menjadi atlet, mereka pusing mencari pekerjaan. Dari situ kami membentuk Indonesia Student Athlete Program,” kata Josephine saat ditemui usai acara diskusi bertajuk “Unlocking Opportunities: Exploring U.S. Education System for Indonesian Student Athletes,” di Jakarta, Jumat.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, serta Komisi Revenue & Commercial Partnership NOC Indonesia merupakan sosialisasi dan diskusi edukasi bersama University of Wisconsin–Madison, AS, yang didukung oleh Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Ia menjelaskan, saat ini KOI fokus membantu percepatan proses akademik atlet, mulai dari pengurusan dokumen, persiapan ujian masuk perguruan tinggi luar negeri, hingga menghubungkan atlet dengan universitas di berbagai negara.

“Kami membantu mereka ujian seperti SAT dan TOEFL, mengarahkan, sampai akhirnya bisa kami submit semua data supaya mereka bisa sekolah di luar negeri,” ujarnya.

Baca juga: Menpora sebut beasiswa LPDP atlet diperbaiki mencakup program sarjana

Josephine menambahkan KOI juga bekerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain LPDP untuk jenjang sarjana dan magister, Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk jalur NCAA, serta membuka peluang beasiswa di Jepang dan Hungaria bagi atlet cabang olahraga bela diri.

Menurut dia, program tersebut terbuka bagi seluruh atlet berprestasi, sementara keputusan akhir penerimaan tetap berada di tangan universitas atau lembaga pemberi beasiswa.

“Siapa pun atlet yang punya prestasi boleh ikut. Kriteria ditentukan sekolahnya, apakah masuk Divisi 1 atau Divisi 2 di NCAA,” katanya.

​​​​​​​Josephine menegaskan NOC tidak hanya menunggu atlet mendaftar, tetapi aktif menghubungi cabang olahraga dan atlet untuk mengikuti seleksi pendidikan.

“Saat ini bahkan kami telepon satu-satu atletnya, kami paksa ikut trial tes karena ini demi masa depan mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan University of Wisconsin–Madison Sarah Woller menyebut kampusnya memiliki lebih dari 800 student-athlete dan membuka peluang lebih luas bagi atlet Indonesia.

“Kami senang bekerja sama dengan NOC Indonesia dan berharap semakin banyak atlet Indonesia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar AS Josh mengatakan pihaknya siap membantu atlet Indonesia memahami proses pendidikan dan olahraga di Amerika Serikat.

“Kami ingin membantu menjelaskan semua aturan agar prosesnya tidak menakutkan bagi atlet yang ingin belajar dan bertanding di sana,” ujarnya.

​​​​​​​NOC Indonesia menilai program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet berkelanjutan dengan menyeimbangkan prestasi olahraga dan pendidikan formal.

Baca juga: Kemenpora seleksi insan olahraga penerima beasiswa bidang keolahragaan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |