TP PKK dorong siswa kembangkan bakat dan potensi diri

1 month ago 15

Jakarta (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mendorong para siswa di SMAN 9 Gowa, Sulawesi Selatan untuk terus mengembangkan bakat dan potensi diri serta mengajak siswa memanfaatkan waktu guna menambah pengetahuan.

"Kalian membaca, itu adalah salah satu (usaha) menginvestasikan diri kalian dengan ilmu pengetahuan. Kalau memang membaca tidak cukup, ambil juga misalnya kursus dan lain-lain. Pokoknya jangan berhenti kalian menambah skill kalian," kata Ketua Umum (Ketum) TP PKK Tri Tito Karnavian dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Demikian disampaikannya pada kegiatan "Talkshow, Fun Learning, Parenting, Keterampilan, dan Lingkungan Sekolah" di SMAN 9 Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (5/5).

Ia mengatakan proses belajar tidak terbatas pada pelajaran di sekolah, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan lain, termasuk penguasaan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris, menjadi penting di tengah dunia yang semakin tanpa batas.

"Walaupun kita bukan orang berbahasa Inggris, tetapi paling tidak kita mengerti atau kalau mau hebat lagi ditambah satu bahasa lagi. Ini sebetulnya untuk membuka kalian berkomunikasi dengan banyak kalangan," ujarnya.

Selain itu, Tri mengingatkan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak. Ia mendorong para siswa untuk menggunakan perangkat digital sebagai sarana belajar dan pengembangan diri, bukan sekadar hiburan.

"Nah, kalian dengan dunia yang baru sekarang, fasilitas sangat luar biasa. Tidak hanya gim, banyak kursus. Kemudian juga dengan gadget kalian. Kalian harus memanfaatkan paling tidak satu hari kalian minimal berapa menit untuk belajar," tuturnya.

Tri juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan dalam meraih cita-cita. Ia mengajak siswa untuk mulai menyusun langkah-langkah konkret, setidaknya dalam jangka pendek guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Menurutnya, perubahan cita-cita di usia sekolah merupakan hal yang wajar. Namun, yang terpenting adalah kesiapan diri dan kesungguhan dalam berusaha mencapai tujuan tersebut.

"Kalian bisa rencanakan apa yang harus dilakukan. Yang pasti, jangan berhenti belajar. Belajar itu tidak hanya bagian matematika, fisika, biologi, dan lain-lain. Banyak hal yang bisa dipelajari secara formal di sekolah maupun di luar sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik, tetapi juga oleh kualitas diri, seperti kecerdasan, sikap, dan kepribadian.

Menurutnya, kecantikan fisik saja tidak cukup, tetapi juga perlu diimbangi dengan kecantikan yang lebih hakiki dan bertahan lama, seperti memiliki kecerdasan, karakter, dan moralitas yang baik.

"Tidak hanya cantik di luar, tetapi juga cantik intelektual. Jadi, tidak hanya mengandalkan cantik di luar, tapi untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain," kata Tri.

Dalam kesempatan itu, ia juga memotivasi para siswa untuk tidak bergantung pada orang lain dalam mengembangkan diri serta terus meningkatkan literasi, keterampilan, dan kepercayaan diri. Ia meminta para siswa memanfaatkan peluang di era digital untuk belajar dan berkembang.

"Untuk memajukan diri kalian sendiri, jangan sampai sangat tergantung kepada sikap orang lain kepada kalian. Kalian harus memiliki kebebasan yang mempercayai diri dengan kemampuan kalian," kata Tri.

Baca juga: TP PKK dorong penguatan peran PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Baca juga: Ketua Umum TP PKK serukan pencegahan perilaku kekerasan di sekolah

Baca juga: Ketua Umum TP PKK dorong perlindungan perempuan dan anak di Belu, NTT

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |