Bapanas: Perpanjangan SPHP jagung pakan demi bantu peternak lokal

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung diperpanjang untuk membantu peternak lokal menjaga biaya pakan serta keberlanjutan usaha perunggasan nasional.

Menurut Amran, kebijakan tersebut penting karena jagung merupakan salah satu bahan baku utama pakan unggas. Kepastian pasokan jagung dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga biaya produksi peternak.

"Menambah dan memperpanjang SPHP jagung, nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi," kata Amran, yang juga menjabat Menteri Pertanian, dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dia menegaskan hal itu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perunggasan di Surabaya, Jawa Timur. Amran pun meminta Perum Bulog sebagai operator distribusi agar memperpanjang penyaluran SPHP jagung.

Bapanas mencatat total alokasi program SPHP jagung pakan yang digulirkan sejak Mei 2026 sebanyak 242 ribu ton yang merupakan hasil penyerapan panen petani jagung dalam negeri dengan harga penyerapan yang baik untuk mendukung peternak unggas.

Adapun realisasi hingga saat ini mencapai 46,55 persen atau sekitar 118 ribu ton. Program SPHP jagung digulirkan untuk membantu lebih dari 5 ribu peternak di 26 provinsi yang merupakan peternak skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi mencapai 53 juta ekor unggas.

Untuk harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Amran menegaskan pemerintah mengambil sikap tegas untuk menjaga keseimbangan antara harga input produksi dan harga hasil produksi peternak.

"Tolong jangan ada harga pakan naik. Saya minta, saya perintah ini, enggak lagi minta tawar-menawar," tegas Amran.

Pemerintah tidak ingin peternak semakin tertekan karena kenaikan biaya produksi ketika harga telur belum memberikan tingkat pengembalian yang memadai.

Kalangan peternak rakyat menyambut positif keputusan pemerintah dalam merespons tekanan yang dihadapi industri perunggasan nasional.

Sejumlah langkah konkret yang disepakati dalam rapat tersebut dinilai memberikan harapan bagi keberlanjutan usaha peternak, terutama di tengah tekanan harga pakan dan kondisi kelebihan pasokan telur.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Suwardi mengatakan peternak merasa puas dengan keputusan pemerintah yang dihasilkan dalam rakor tersebut.

Menurutnya, keputusan itu menunjukkan pemerintah mendengar dan merespons langsung persoalan yang dihadapi peternak di lapangan.

"Kami merasa puas, karena ini sudah dirapatkan. Mudah-mudahan implementasinya juga sama. Karena ini berkaitan dengan hajat hidup dan matinya para peternak ini," ujar Suwardi seusai menghadiri rakor perunggasan tersebut.

Salah satu keputusan yang mendapat perhatian peternak adalah komitmen pemerintah untuk menjaga agar harga pakan tidak semakin membebani peternak ketika harga telur di tingkat peternak belum sesuai dengan harga acuan pembelian (HAP).

Kementerian Pertanian telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) telur ayam di tingkat peternak yakni Rp26.500 per kilogram.

Baca juga: Kepala Bapanas: SPHP jagung pakan jaga peternak dan harga unggas

Baca juga: Bapanas pastikan distribusi SPHP jagung tepat sasaran bantu peternak

Baca juga: Kepala Bapanas: SPHP jagung pakan digencarkan demi lindungi peternak

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |