Jakarta (ANTARA) - Personel TNI dan US Army mempertajam kemampuan bertempur di hutan dengan menggelar latihan Menembak Lorong.
Dalam siaran pers resmi Puspen TNI yang diterima di Jakarta, Selasa, dijelaskan bahwa latihan Menembak Lorong ini digelar dalam rangka ajang Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang digelar di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Senin (7/9).
Latihan Menembak Lorong merupakan metode melakukan serangan atau melancarkan tembakan sambil bergerak secara taktis di dalam hutan.
Baca juga: TNI AU pastikan aktivitas pesawat di Jakarta kembali norrmal
"Pelaksanaan latihan bertujuan menguji kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas secara terpadu, sekaligus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama," tulis siaran pers tersebut.
Selain itu, latihan ini juga bertujuan untuk mempererat koordinasi dan hubungan antara personel TNI, US Army dan berbagai negara sahabat peserta Latgabma SGS.
Seluruh rangkaian latihan pun diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden yang terjadi.
Dengan adanya latihan itu, diharapkan kemampuan menembak para pasukan semakin meningkat serta terjalin hubungan yang harmonis antarkorps dari masing-masing negara.
Ajang SGS 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Mereka datang ke Indonesia untuk menguji kesiapan operasional pasukan, diplomasi pertahanan serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Baca juga: TNI dan militer negara sahabat adu kemampuan menembak dalam SGS
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan SGS merupakan latihan tahunan yang digelar di berbagai wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.
“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).
Ke-21 negara tersebut, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Agus mengatakan latihan itu dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan serta Nunukan, Kalimantan Utara. Latihan akan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.
Baca juga: Marinir TNI AL tampilkan peluncur roket MLRS Vampire pada ajang SGS
Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































