Satgas perkuat penanganan Tahura, cegah karhutla Jambi meluas

1 hour ago 4
Untuk hutan Tahura ini luar biasa luasnya dan cukup kompleks. Saat ini sudah banyak masyarakat yang berladang di situ, sehingga tidak mudah bagi kami untuk melakukan pemadaman

Batang Hari, Jambi (ANTARA) - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi memperkuat upaya penanganan kebakaran di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

"Untuk hutan Tahura ini luar biasa luasnya dan cukup kompleks. Saat ini sudah banyak masyarakat yang berladang di situ, sehingga tidak mudah bagi kami untuk melakukan pemadaman," kata Gubernur Jambi Al Haris di Kabupaten Batang Hari, Selasa.

Berdasarkan data terbaru (7/9), kebakaran lahan di kawasan konservasi itu telah mencapai 360 hektare.

Menurut Al Haris, selain memastikan titik api dapat dipadamkan, pemerintah mengedepankan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke lahan masyarakat. Sebab karhutla yang terus terjadi dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan mengganggu aktivitas warga.

Baca juga: Kemenhut tetapkan dua tersangka pembakaran hutan di Jabung Barat Jambi

Apalagi Kabupaten Batang Hari, kata dia, merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga karhutla yang terjadi otomatis akan mengganggu aktivitas penerbangan di bandara setempat.

Selain pemadaman di lapangan, lanjut dia, pemerintah saat ini tengah menyiapkan upaya modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 mendatang, untuk membantu mengatasi kondisi cuaca yang masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.

Gubernur Al Haris mengakui kondisi tanpa hujan membuat penanganan karhutla semakin berat. Saat ini untuk mempercepat upaya pemadaman, Satgas Karhutla Jambi telah melakukan penambahan personel dari sebelumnya 5.900 orang menjadi 7.000 personel.

"Mudah-mudahan 10 September tim akan melakukan modifikasi cuaca. Semoga ketemu bibit hujannya. Kita harapkan di wilayah Batang Hari ada bibit hujan, sehingga memudahkan tim melakukan OMC nantinya," ujar Gubernur Jambi Al Haris.

Baca juga: Warsi: Karhutla di Jambi berkaitan dengan aktivitas manusia

Baca juga: BNPB: Helikopter terbang 15 jam semai garam hujan buatan di Jambi

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |